Jumat, Februari 23, 2024
BerandaKarangasemBerkedok Jualan Online, Napi Lapas Karangasem Tipu Warga

Berkedok Jualan Online, Napi Lapas Karangasem Tipu Warga

KARANGASEM, balipuspanews.com – Mendekam di Lapas Kelas II B Karangasem tidak menjadi halangan bagi salah satu penghuni Lapas untuk melakukan aksi kejahatan.

Pelaku yang identitasnya dirahasiakan itu berkedok jualan barang secara online lewat akun media sosial (Medsos). Korbannya adalah salah satu warga bernama Nyoman Eka Semara Putra.

Ceritanya berawal ketika korban mentransfer sejumlah uang untuk membeli barang secara online.

Hanya saja, setelah uang ditransfer, ternyata barang yang ia pesan tak kunjung datang. Sampai akhirnya akun media sosial penjual barang tersebut ia hubungi kembali dan bersepakat untuk mengambil barang dengan cara bertemu di wilayah Kabupaten Klungkung.

Setelah menunggu beberapa jam di lokasi yang ditentukan, penjual tak kunjung datang membawa barang yang dijanjikan. Setelah dihubungi kembali, si penjual mengaku mengalami pecah ban di daerah Kepaon, Denpasar saat perjalanan ke lokasi.

Karena kasihan, Eka Semara Putra sempat menawari untuk menuju ke lokasinya namun penjual justru meminta untuk ditransferkan sejumlah uang untuk biaya perbaikan motornya di bengkel.

BACA :  Pejabat PBJ Diminta Cermat dan Teliti Dalam Perencanaan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Setelah itu baru mau barangnya diantar padahal uang yang ditransfer sebelumnya sudah sesuai dengan harga barang berupa pakaian yang dibeli.

“Sempat mau saya samperin ke lokasi di Kepaon tapi karena alasan segala macem, akhirnya saya transfer lagi sesuai permintaannya, tapi anehnya saya disuruh transfer ke no rekening berbeda dengan yang sebelumnya, disana saya sudah mulai curiga,” ujar pria asal Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem tersebut, baru-baru ini.

Karena tak kunjung datang, akhirnya Eka Semara Putra kembali menghubungi penjual dan mengancam akan mencari ke tempat bersangkutan jika barang tidak dikirim. Bukannya ada kesepakatan, pedagang tersebut malah berkata seolah memberi tantangan kepadanya untuk bisa menemukan lokasi dirinya berada.

“Saya justru ditantang, “jika bisa, silahkan cari lokasi saya”, begitu katanya. Saya langsung mencari tau dibantu temen-temenl dan akhirnya saya mendapat petunjuk bahwa orang yang menggunakan akun tersebut berada didalam Lapas Kelas IIB Karangasem,” tutur Eka Semara Putra yang juga mantan Petinggi pimpinan Ormas terbesar di Bali.

BACA :  Pendidikan Hingga Reformasi Birokrasi Akan Jadi Prioritas Pemkot Denpasar di Tahun 2025

Untuk memastikan, pada Jumat (17/3/2023) lalu, Eka Semara Putra datang ke Lapas Karangasem melaporkan informasi tersebut kepada petugas lapas. Setibanya di lapas, Semara Putra kemudian menyampaikan peristiwa yang dialaminya serta menanyakan identitas salah satu warga binaan dengan menunjukkan foto bersangkutan.

Setelah foto tersebut dicek oleh salah satu petugas lapas, ternyata benar yang bersangkutan merupakan warga binaan. Saat itu juga langsung dilakukan penggeledahan terhadap warga binaan yang diduga pemakai akun palsu tersebut dan ditemukan sebuah handphone yang diduga digunakan oleh pelaku untuk menawarkan barang melalui sebuah akun di media sosial.

Warga binaan tersebut kemudian dipertemukan dengan Semara Putra dan disana yang bersangkutan meminta maaf.

“Saat saya tanya, yang bersangkutan mengaku melakukan itu untuk biaya makan dalam Lapas. Tapi alasan itu tidak masuk akal karena semua tahanan dan warga binaan biaya makan ditanggung oleh Negara.

Yang jelas sudah mengakui semua perbuatannya dan masalah ini saya serahkan sepenuhnya kepada pihak Lapas Kelas IIB Karangasem untuk menindak dan memberi sanksi terhadap pelaku mengingat di LAPAS tidak boleh membawa HP, dan uang yang sudah di transfer akan dikembalikan tapi sampai saat ini uang saya belum dikembalikan, selain itu saya coba hubungi kontak akun tersebut ternyata masih aktif,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Balapraja 1 Bali ini.

BACA :  Golkar Tambah Dua Kursi, PDI Perjuangan Masih Dominasi di Buleleng

Bagi Semara Putra, kerugian yang dialami tidak seberapa tapi apa yang ia lakukan ini agar tidak ada lagi orang lain yang menjadi korban karena beberapa temannya juga mengaku kena tipu setelah kejadiannya di posting di media sosial dan ternyata pelakunya sama.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Karangasem, Prayitno dikonfirmasi, Kamis (23/3/2023) via panggilan WhatsApp mengaku belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut.

“Saya belum mendapat laporan pak, saya masih dijalan,” kata Prayitno.

Penulis: Gede Suartawan

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular