Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com — Jajaran Polsek Kubutambahan melakukan rekontruksi guna menyempurnakan berkas perkara terhadap kasus penusukan berujung tewasnya korban Ni Wayan Gunami (60) di tangan anak tirinya, I Ketut Budi Astawa (24).

Pantauan di lokasi, ratusan warga sejak pagi tampak berkerumun, rupanya mereka penasaran ingin menyaksikan dengan dekat bagaimana jalannya rekonstruksi seluruhnya digelar di Pasar Tradisional Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Jumat (14/9) sekitar pukul 12.00 wita.

Jajaran kepolisian Polsek Kubutambahan melakukan pengamanan ekstra ketat di lokasi, terutama di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pasar Tradisional Desa Tamblang.

I Ketut Budi Astawa pelaku penusukan mengenakan baju tahanan berwarna orange keluar dari dalam mobil patroli milik Polsek Kota Kubutambahan dikawal oleh sejumlah petugas kepolisian.

Dalam proses rekonstruksi kasus penusukan, tersangka I Ketut Budi Astawa, tercatat menjalani 19 adegan, termasuk saat menusukkan pisau ke perut dan dada korban.

Rekontruksi kasus penusukan melibatkan empat orang saksi. Saksi-saksi yang dilibatkan antara lain, Ni Made Rediani (adik kandung korban), Made Merdita, Nyoman Shidiadnya dan Made Budayasa. Sedangkan almarhumah Gunami diperankan oleh peran pengganti, yakni salah seorang warga setempat, bernama Ni Nyoman Srigayatri Gandi.

Digambarkan dalam adegan 1, tersangka Budi Astawa mengambil pisau pengutik diatas meja dapur, kemudian pisau diselipkan di dalam saku celana.

Adegan 2, tersangka seorang diri datang dengan menggunakan sepeda motor, awalnya bertujuan membeli lauk dan mencari daun pisang, sekaligus ingin menjenguk ibu kandungnya Ni Nyoman Budiarmi, melewati Pasar Tamblang.

Adegan 3, dan 4, korban Gunami ditemani saksi kunci Rediani, duduk sebelah utara menghadap ke selatan di depan lapak sambil mengupas kare (kace).

Sejurus kemudian, tersangka melintas dihadapan korban. Tersangka Budi Astawa spontanitas teringat akan janji ibu tirinya, dimana almarhum Gunami menjanjikan uang Rp 30 juta kepada anak tirinya, yakni tersangka Budi Astawa.

Adegan 5, tersangka langsung menghentikan sepeda motor, tepat di depan ibu tirinya. Tersangka kemudian turun, menanyakan uang dijanjikan kepada korban.

Adegan 6, merasa tidak puas dengan jawaban sang ibu tiri, tersangka Budi Astawa pun berang lantas mengeluarkan pisau pengutik dan langsung menghujamkan pisau ke arah perut korban.

Meningkat pada adegan 7, korban dalam keadaan ditusuk berusaha lari dari kejaran tersangka saat itu dalam keadaan emosi. Pada adegan ini, tersangka pun kembali menusuk dada korban.

Adegan 8, saksi Rediani berusaha menolong korban dengan menghantamkan ngiu ke arah kepala tersangka.

Nah, korban pun akhirnya roboh dalam kondisi bersimbah darah seperti digambarkan pada adegan 9.

Selanjutnya, tersangka meninggalkan korban dalam kondisi bersimbah darah dan pisau pengutik masih menancap di perut korban.

Pada adegan 15 dan 16, tersangka Budi Astawa kemudian dihentikan oleh saksi Nyoman Shidiadnya merupakan kepala dusun (Kadus) Kaja Kangin.

Lalu, adegan 17 sampai 19, tersangka Budi Astawa memeluk saksi Nyoman Shidiadnya sebelum sarung pisau dibuang ke dalam selokan. Dalam adegan ini juga digambarkan, korban ramai-ramai ditolong dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Seijin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada mengatakan, untuk total kegiatan rekontruksi ada 19 adegan.

Rekontruksi sebut Kapolsek Mustiada dilakukan dengan tujuan melengkapi berkas perkara yang telah diajukan.

“Tidak ada fakta baru, rekontruksi yang kita lakukan hanya untuk melengkapi berkas perkara saja,” singkatnya.

Tersangka Budi Astawa dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 351 ayat 3, 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Tinggalkan Komentar...