Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Buleleng Berpengaruh Terhadap Peningkatan Klaster Baru, Skema Penanganan Direncanakan Dirubah

Berpengaruh Terhadap Peningkatan Klaster Baru, Skema Penanganan Direncanakan Dirubah

BULELENG, balipuspanews.com – Dipandang berpengaruh terhadap peningkatan penularan klaster baru, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng berencana mengubah skema penanganan pasien covid-19. Utamanya pada pasien yang tidak ada gejala.

Bupati Agus mengungkapkan hal itu Jumat (18/9/2020), adapun sejak pasien tanpa gejala melakukan isolasi mandiri, menyebabkan sedikit kelonggaran yang berpengaruh terhadap peningkatan klaster. Sehingga hal tersebut disampaikan kepada GTPP Covid-19 Provinsi Bali.

“Sejak diterapkannya isolasi mandiri terhadap pasien Covid-19 yang tidak bergejala, ada kelonggaran sehingga terjadi peningkatan klaster penularan. Saya juga telah membicarakan ini kepada GTPP Covid-19 Provinsi Bali,” ungkapnya.

Lanjutnya, penerapan skema isolasi mandiri ini diberlakukan untuk pasien terkonfirmasi Covid-19 yang tidak bergejala (asimtomatik) serta pasien dengan gejala ringan (simtomatik).

Hal ini telah dibahas bersama dengan GTPP Covid-19 Provinsi Bali. Namun, GTPP Covid-19 Provinsi juga tengah melihat aturan terbaru dari Satgas pusat.

“Karena apapun yang sifatnya penganggaran muaranya pasti ke aturan hukum yang berlaku. Sehingga kami belum bisa bertindak sebelum ada keputusan dari pusat,” jelasnya.

Tidak hanya itu penanganan Covid-19 di Buleleng sudah sangat ketat. Sehingga kasus terkonfirmasi Covid-19 terus mengalami penurunan. Bahkan hampir mencapai titik nol. Skema isolasi mandiri terhadap pasien terkonfirmasi Covid-19 ditentukan oleh Satgas Pusat, akhirnya seluruh wilayah menerapkan hal tersebut. Namun yang bisa ditekankan oleh Tim GTPP Covid-19 Buleleng saat ini hanya pemakaian masker dan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan di masyarakat yang menimbulkan keramaian.

“Kami terus menekankan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan harus lebih ditingkatkan lagi,” imbuhnya.

Selain itu, mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini ingin menerapkan kembali skema isolasi yang dilakukan di hotel atau tempat khusus. Namun hal tersebut tidak segampang yang dipikirkan sebab perlu mendapat keputusan dari pusat. Selain itu kembali lagi bahwa semua kebijakan yang membutuhkan penganggaran harus ada keputusan dari pusat.

Menurutnya, hal sederhana yang dapat dilakukan saat ini untuk menghindari paparan Covid-19 yakni tetap memakai masker ketika melakukan kegiatan, jaga jarak satu sama lainnya.

“Ingat juga rajin berolahraga, atur pola hidup yang bersih dan sehat, itu saja sangat sederhana,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of