Bersama tim Biopori Warior Kabupaten Buleleng Sejumlah Siswa Berasal Dari Lima Sekolah di Kabupaten Buleleng Diajak Mengenal Pentingnya Memasang Biopori

Siswa-siswi yang mengikuti pelaksanaan kegiatan pemasangan biopori di SMAN 1 Sawan
Siswa-siswi yang mengikuti pelaksanaan kegiatan pemasangan biopori di SMAN 1 Sawan

BULELENG, balipuspanews.com – Sejumlah siswa-siswi yang berasal dari lima sekolah berbeda yang ada di Kabupaten Buleleng terlihat begitu antusias mengikuti kegiatan pengenalan biopori.

Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sawan dengan dipandu oleh komunitas Biopori Warior Buleleng. Biopori sendiri merupakan solusi alternatif untuk mengelola permasalah sampah khususnya sampah organik.

Selain sebagai solusi penanganan terhadap sampah organik biopori juga bermanfaat sebagai daya resapan air yang mempercepat masuknya ke dalam tanah saat musim hujan, sehingga volume air dalam tanah bisa tercukupi.

Koordinator yang juga sebagai seorang aktivis sampah Gede Ganesha menyampaikan bahwa kegiatan kali ini dilaksanakan bekerjasama dengan para guru serta siswa-siswi yang diwakili dari lima SMA/SMK berbeda yang ada di Kabupaten Buleleng.

Dimana kegiatan pemasangan 100 biopori ini juga dirangkaikan dengan workshop tentang mengapa harus memasang biopori ditempat-tempat berpeluang banjir, umum, dan rumah tangga.

Apalagi mengingat saat ini Buleleng sudah mulai memasuki musim hujan minimal kegiatan kali ini bisa mengedukasi setiap peserta agar tujuan akhirnya bisa dipraktekkan dirumah mereka masing-masing.

“Jadi kami hari ini dari komunitas biopori buleleng melaksanakan kegiatan workshop biopori di SMAN 1 Sawan, Kita mengupayakan memasang 100 biopori, sekaligus menyampaikan terkait tentang mengapa kita harus memasang biopori,” jelasnya, Minggu (22/11/2020).

Perlu diketahui biopori merupakan sebuah alternatif yang bisa dipakai berkepanjangan dalam pengelolaan sampah khusunya sampah organik.

Pembuatan biopori sendiri terbilang cukup gampang dimana alat yang dibutuhkan berupa bor terbuat dari pipa besi dan besi plat dengan panjang sekitar 1,5 Meter nantinya dipakai untuk membuat lubang di tanah.

Kemudian dibutuhkan pipa plastik empat dim dengan ukuran potongan sepanjang 15 centimeter. Lalu buat paping dengan menggunakan pasir dicampur semen dengan ukuran 15×10 centimeter sebagai tutup dari lobang biopori.

Selain dalam workshop itu dijelaskan manfaat penting biopori yang pertama sebagai tempat menyimpan sampah organik, kedua sebagai tempat untuk membuat kompos secara alami, ketiga dengan adanya biopori penyerapan air saat musim hujan akan menjadi lebh lancar dan mengurangi risiko terjadinya banjir, keempat tanah sedikit lebih subur sehingga pohon pohon bisa tumbuh dengan maksimal.

Perlu diketahui setiap biopori yang sudah berisi penuh sampah organik bisa dilakukan panen kompos dalam waktu tiga bulan dari awal memasukkan sampah kedalam lubang biopori.

“Itu alternatif kenapa kami mendorong sekolah-sekolah untuk memasang biopori sebanyak-banyaknya,” Singkatnya.

Sementara saat ini Komunitas Biopori Warior Buleleng sudah menjangkau beberapa tempat di Kabupaten Buleleng seperti pemasangan di Pura Dalem Desa Adat Buleleng dan di Pura Desa Adatnya, di Pura jagatnata memasang 120 biopori dijaba tengah, SMAN 1 Sawan, SMAN 1 Singaraja, di Kantor Desa Sambangan, dan SMPN 4 Singaraja.

Dengan harapan nantinya kedepan selain sekolah sasaran utama dari pemasangan biopori yakni masyarakat atau rumah tangga bisa memakai biopori karena sumber sampah utama kita kan datang dari masyarakat.

“Nah ini kenapa di pura dan sekolah dipilih pertama tidak lain sebagai salah satu edukasi menyampaikan pesan untuk memakai atau menggunakan biopori,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Sawan Made Sutawa Redina mengatakan pihaknya merasa bersyukur sekali dengan dilaksanakannya kegiatan pemasangan biopori di sekolahnya.

Bahkan melihat begitu banyak manfaat serta kondisi saat ini yang sudah mulai memasuki musim hujan, kedepan pihaknya akan memperbanyak lagi pemasangan biopori di sekolah yang ukurannya kurang lebih seluas 1,2 hektar tersebut.

“Jadi dengan melihat kemudahan pengelolaan sampah ini kami akan menambah secara bertahap untuk pembuatan biopori,” tutupnya.

Total peserta yang berasal dari SMAS WIRA BHAKTI, SMAS KARYA WISATA, SMAN 4 Singaraja, SMAN 3 Singaraja, dan SMAN 1 Sawan sebagai delegasi mengikuti kegiatan ini berjumlah 60 orang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan baik.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan