Trash Hero Indonesia saat melakukan aksi bersih sampah plastik di masa pandemi di Pantai Keramas, Blahbatuh, Gianyar, Jumat (22/5/2020) pagi.
Trash Hero Indonesia saat melakukan aksi bersih sampah plastik di masa pandemi di Pantai Keramas, Blahbatuh, Gianyar, Jumat (22/5/2020) pagi.

GIANYAR, balipuspanews.com – Tumpukan sampah di Pantai Keramas, Blahbatuh, Gianyar dimasa pandemik corona ini mendapat perhatian dari pecinta lingkungan yang tergabung dalam Trash Hero. Jumat (22/5/2020)

Trash Hero Indonesia (THI) langsung turun tangan membersihkan sampah plastik Pantai Keramas.

” Kami mendapatkan kabar visual tentang tumpukan sampah di muara sungai Pantai Keramas. Kami merasa tergugah dan harus turun. Walaupun ditengah pandemi saat ini,” ujar Ketua THI, I Wayan Aksara.

Dalam aksi kali ini, Trash Hero tidak menurunkan massa atau anggota seperti biasanya.

” Mengingat saat ini adanya himbauan physical distancing, kami hanya menurunkan beberapa orang anggota saja. Didampingi pula oleh Camat Blahbatuh, Perbekal Keramas, serta Babinsa dan Binmas Keramas,” katanya.

Wayan Aksara menjelaskan bahwa pada saat musim penghujan yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir, bila sampah ini dibiarkan maka akan dikhawatirkan dapat tergerus ke laut.

“ Maka dari itu, kami terpaksa lakukan aksi ini di masa pandemi,” ucap pria asal Blahbatuh ini.

Dalam aksi kali ini, THI berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak 300 kilogram.

“ Disisi lain, alam tengah membersihkan langitnya dari polusi. sedangkan masyarakat masih mencemari sungai dengan sampah-sampah plastik,” imbuhnya.

Kata Aksara, banyaknya timbunan sampah di muara sungai ini, merupakan refleksi masyarakat masih belum secara penuh, menyadari arti kebersihan lingkungan.

“ Ini sebagai bukti edukasi perlu ditingkatkan. Kami berharap dan mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak menggunakan plastik sekali pakai. Karena ketidak pedulian akan berdampak pencemaran lingkungan,” ucapnya.

Dikatakan pula bahwa pihaknya akan kembali menyusuri pantai lainnya di Bali.

“ Aksi tidak hanya dilakukan di sini, tetapi kami juga akan melakukan aksi di pantai lainnya. Tapi dengan catatan kami tetap mentaati himbauan pemerintah, terutama membatasi jumlah peserta,” pungkasnya.

PENULIS : I Ketut Catur

EDITOR : Oka Suryawan