Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaBulelengBertemu Kemenkumham Bali, Lihadnyana Bahas Perlindungan Hukum Produk Lokal

Bertemu Kemenkumham Bali, Lihadnyana Bahas Perlindungan Hukum Produk Lokal

BULELENG, balipuspanews.com – Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana bersama SKPD terkait Selasa (2/4/2024) bertemu dengan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali. Dalam pertemuan tersebut diketahui membahas terkait dengan perlindungan hukum terhadap produk lokal di Kabupaten Buleleng.

Lihadnyana mengatakan bahwa pihaknya memiliki komitmen kuat dalam mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Sejak bertugas di Kabupaten Buleleng, pihaknya sudah memiliki kebijakan untuk mengikutsertakan pegiat UMKM dalam berbagai festival.

Kabupaten Buleleng memiliki lebih dari enam puluh ribu penggiat UMKM. Jumlah besar tersebut, tentu menyimpan potensi besar. Mulai dari kerajinan, produk agribisnis, kuliner, hingga fashion yang unik dan khas Kabupaten Buleleng. Dengan besarnya potensi yang dimiliki UMKM Kabupaten Buleleng, Lihadnyana mengharapkan produk-produk lokal buleleng menjadi semakin dikenal. Untuk itu, perlu dukungan hingga perlindungan hukum yang menunjang.

“Kami berharap produk-produk lokal Buleleng dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing di pasar global,” ungkapnya

Pihaknya menambahkan yang dibicarakan dalam pertemuan dengan Kemenhumkam Bali diantaranya berupa pendaftaran merek, kekayaan intelektual (KI), hingga Indikasi Geografis (IG). Pihaknya menilai dengan perlindungan hukum, produk-produk lokal Buleleng akan terhindar dari peniruan atau kerugian lainnya.

BACA :  Gong Kebyar Wanita Buleleng Sukses Pentaskan Garapan Cerita "Ki Barak Panji Sakti"

“Kita ingin menjaga produk-produk kita. Sehingga keuntungan ekonomi bisa secara maksimal bisa didapatkan maksimal bagi pegiat UMKM kami di Buleleng. Sehingga bisa memberikan efek ekonomi pula ke masyarakat sekitar,” tegas dia.

Sementara Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Pramella Yunidar Pasaribu menerangkan dengan memiliki merek dagang sekaligus mengantongi sertifikat KI, produk lokal akan memiliki kekuatan hukum dan meningkatkan nilai ekonominya. Sebab pihaknya menilai dua hal tersebut, ada hak eksklusif yang dimiliki produsennya untuk menggunakan merek dagang datau KI tersebut. Demikian, akan terhindar dari pemalsuan produk oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, Indeks Geografis (GI) dapat membantu produk lokal buleleng bersaing di pasar Global.

“Sehingga dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM itu sendiri. IG dapat menjadi identitas geografis yang menunjukkan asal usul produk dan kualitasnya,” papar Pramella.

Perlu diketahui untuk membantu menggali potensi Kekayaan Intelektual di Kabupaten Buleleng, Kemenkumham Kanwil Bali akan adakan Layanan Mobile Intellectual Property Clinic (MIPC). Dimana pelaksanaannya akan mengambil waktu di Bulan Mei mendatang.

BACA :  Wabup Suiasa Hadiri Peresmian Monumen Pahlawan Nasional Brigjen (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular