Minggu, April 14, 2024
BerandaBulelengBerusaha Kabur dan Melawan, Kaki Residivis Didor

Berusaha Kabur dan Melawan, Kaki Residivis Didor

Singaraja, balipuspanews.com — Kadek Joni Astawa alias Joni alias Pasti (27) warga Banjar Dinas Batu Dinding, Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Buleleng, terpaksa harus kembali merasakan hidup dibalik jeruji besi. Pasalnya, residivis atas kasus pencurian ini, kembali dibekuk Satreskrim Polres Buleleng, karena terbukti melakukan aksi pencurian sepeda motor (curanmor).

Terungkapnya kasus curanmor ini, bermula dari laporan Dewa Kompyang Wijana Sidan (18) seorang mahasiswa asal Bangli yang kos di wilayah Kelurahan Banjar Tegal, Buleleng.

Korban Dewa Wijana melapor ke Mapolres Buleleng, lantaran motor yang diparkir di halaman rumah kost diketahui telah raib, pada Senin (29/10) sekitar pukul 05.00 wita.

Berdasarkan laporan itu, Satreskrim Polres Buleleng langsung melakukan penyelidikan atas laporan hilangnya motor Yamaha N-Max warna hitam dengan nopol DK 6824 PR.

Polisi pun akhirnya mendapatkan petujuk, jika pelaku curanmor tersebut dilakukan oleh Joni, tak lain sebelumnya pernah terlibat kasus pencurian dan pernah menjalani proses penahanan.

Seijin Kapolres Buleleng, Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu.Gede Sumarjaya mengatakan, tersangka ditangkap di wilayah Desa Pegadungan saat melakukan pesta miras jenis tuak.

BACA :  Pengembangan Jeruk Keprok Tejakula Terus Dilakukan Secara Bertahap

Nah, saat berusaha ditangkap polisi, pelaku Joni ternyata berusaha kabur dan melawan anggota.

“Terpaksa kami hadiahi timah panas di bagian kakinya, karena saat itu berusaha melawan dan kabur saat berusaha kami tangkap,” kata Sumarjaya, Rabu (21/11).

Kasubbag Sumarjaya yang didampingi KBO Reskrim Polres Buleleng, Iptu Dewa Sudiasa menjelaskan, berdasarkan keterangan tersangka, hasil dari kejahatannya itu dijual untuk berfoya-foya termasuk pesta miras.

“Jadi tersangka ini residivis dan sempat ditangani Polsek Kota tapi sudah keluar dari penjara. Barang bukti 1 unit motor N-Mas sudah kami amankan,” terangnya.

Modus tersangka dalam melancarkan aksinya yakni, tersangka masuk ke dalam halaman rumah kost korban kemudian langsung mengambil motor yang diparkir.

“Tersangka membawa keluar motor tersebut, dan disimpan di suatu tempat. Kemudian, tersangka juga membuatkan kunci palsu untuk bisa menghidupkan motor tersebut,” ungkapnya.

Sementara, tersangka Joni alias Pasti dihadapan sejumlah awak media juga  mengakui perbuatannya. Joni pun mengaku, menyesal telah berbuat kriminal, sehingga ia kembali harus merasakan hidup di penjara.

BACA :  Tingkatkan Produksi Padi, Distan Buleleng Terapkan Inovasi Pertama di Bali

Akibat perbuatannya ini, kini tersangka Joni alias Pasti terancam dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3, 4 dan 5 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun penjara.

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular