Terdakwa Badriyah yang mengaku sebagai anggota bhayangkari harus berurusan dengan hukum karena melakukan penipuan pura- pura bisa meloloskan menjadi polisi
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Gara- gara mengaku sebagai anggota bhayangkari, Niswatun Badriyah harus terseret hukum. Janda beranak satu asal Sidoarja, Jatim itu dituntut jaksa penuntut umum ( JPU) 3,5 tahun penjara karena mengaku sebagai istri seorang polisi untuk memperdaya korbannya yang dijanjikan bisa lolos menjadi polisi.

Kasus penipuan yang menjerat terdakwa ini, oleh Jaksa Cokorda Intan Merlanie Dewie,SH dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Gde Ginarsa,SH.MH menyatakan terdakwa bersalah sebagaimana tertuan Pasal 378 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Tindakan yang dilakukan terdakwa terus berlanjut. Karenanya memohon agar terdakwa dijatuhi hukuman selama tiga tahun enam bulan penjara,” jelas Jaksa.

Dalam perkara ini Ketut Widyantara Udayana, 19, yang jadi korban iming-iming bisa lolos tes calon Bintara polisi di Bali, dengan kerugian uang penjamin sebesar hampir Rp.600 juta.

“Perbuatan terdakwa menguntungkan diri sendiri, yang melawan hukum memakai nama palsu, dengan tipu muslihat atau beberapa kebohongan dengan menggerakkan korban untuk menyerahkan uang Rp639 juta,” kata Jaksa dari Kejari Denpasar itu.

Dalam melancarkan aksinya sejak 25 Oktober 2017 hingga 7 September 2018 di Jalan Tukad Balian, Gang Depo Nomor 3, Renon, Denpasar, Janda berumur 25 tahun ini datang ke rumah korban dengan mengatakan kepada korban bahwa dirinya merupakan istri anggota perwira polisi (ibu bhayangkari) yang bertugas di Kabupaten Klungkung dan bisa meloloskan korban dengan mudah untuk menjadi polisi di Akpol.

Dengan hanya berpura-pura sebagai ibu bhayangkari ini, terdakwa mendatangi korban ke rumahnya untuk meyakinkan kepada keluarga korban bahwa tersangka serius bisa meloloskan korban menjadi polisi sambil menunjukkan foto dirinya mengenakan baju Bhayangkari.

Korban yang merasa yakin dengan janji terdakwa, lantas memberikan uang secara bertahap sebanyak delapan kali sejak Maret hingga September 2018 dengan cara ditransfer ke rekening pelaku dengan bukti kwitansi bermaterai hingga total uang yang ditransfer korban mencapai Rp 639 juta.

Korban baru menyadari saat hasil pengumuman tes kepolisian dilakukan September 2018, dinyatakan tidak lulus masuk kepolisian.

Korban yang merasa ditipu oleh pelaku, lantas melaporkan kejadian itu kepada Polsek Denpasar Selatan. Berbekal adanya laporan ini. Petugas berhasil menangkap tersangka di Sidoarjo, Jawa Timur. ( jr/bas/tim/bpn)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here