Jumat, Juli 19, 2024
BerandaBulelengBI Gelar Sosialisasi QRIS di STAH Mpu Kuturan Singaraja

BI Gelar Sosialisasi QRIS di STAH Mpu Kuturan Singaraja

SINGARAJA, radardewata.com — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kantor Provinsi Bali melakukan sosialisasi penggunaan “Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)” kepada lembaga keuangan, UMKM dan mahasiswa di Kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Kamis (12/3).

 

Selain edukasi, BI menggandeng Komisi XI DPR RI itu juga menjalin kerjasama BI Corner di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sosialisasi QRIS dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Anggota DPR-RI Komisi XI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Anggota DPRD Bali, I Gusti Ayu Aries Sujati. Selain itu, sejumlah pimpinan Bank, BPR dan lembaga keuangan di Buleleng juga turut hadir.

 

Trisno memaparkan QRIS dapat digunakan sebagai salah satu kanal pembayaran non-tunai masyarakat di Provinsi Bali khususnya di kalangan kampus, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kinerja perekonomian. Menurutnya, jika merujuk pada data riset “We Are Social (2019)”, penggunaan ponsel saat ini tembus 133 persen. Itu berarti ada orang yang memiliki lebih dari satu ponsel.

BACA :  Buka MPLS, Astika Ingatkan Sekolah Gelar Kegiatan Bersifat Edukatif Dan Kreatif

 

“Penggunaan smartphone sangat tinggi. sehingga berbagai inovasi dalam sistem pembayaran berbasis smartphone mulai dari ‘mobile banking’ hingga saat ini yang paling sering digunakan adalah sistem pembayaran menggunakan QR Code,” ujarnya.

 

Imbuh dia, aplikasi QRIS telah diluncurkan sejak Agustus 2019 lalu oleh Bank Indonesia.QRIS ini merupakan produk kebijakan Bank Indonesia berupa standardisasi QR Code Pembayaran. Dengan kebijakan ini, per 1 Januari 2020, seluruh QR Code Pembayaran yang ada di Indonesia sudah harus distandardisasi QRIS.

 

Trisno mengemukakan, hingga awal Maret 2020, jumlah merchant QRIS di Provinsi Bali tercatat sudah lebih dari 65 ribu merchant. Merchant tidak hanya pedagang, tetapi juga tempat ibadah, kantin dan koperasi di lingkungan sekolah/universitas hingga destinasi wisata. Selain itu, 260 QRIS juga telah terpasang di pura, masjid, gereja, dan vihara di seluruh wilayah Bali sebagai wadah donasi digital.

 

khusus di Buleleng, Trisno menyebut, telah bekerjasama dengan pelaku UMKM binaan Bank yang untuk menggunakan QRIS. selain itu, pihaknya berharap agar toko-toko yang ada di Buleleng bisa mengoperasikan QRIS.

BACA :  6,3 Kilogram Lebih Barang Bukti Narkotika Dimusnahkan, Jaksa Sebut Sudah Incracht

 

Selain itu, pihaknya mendorong agar kampus di Buleleng saat pembayaran SPP juga menggunakan QRIS.

 

“Kami harapkan pembayaran SPP di kampus ini dapat menggunakan QRIS. Demikian juga Pemerintah Kabupaten Buleleng agar memulai pembayaran pajak dari masyarakat juga menggunakan QRIS. Selain itu, kalangan perbankan kami minta supaya lebih agresif untuk meng-QRIS-kan merchant-nya sehingga dapat lebih banyak seperti halnya di Kota Denpasar,” terangnya.

 

Sementara, anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya yang menjadi narasumber dalam seminar tersebut mengatakan QRIS juga menjadi salah satu media pengintegrasi dari Sabang-Merauke.

 

“Jadi banggalah sebagai bangsa Indonesia. Jangan kita hanya menerima sistem pembayaran dari luar negeri. QRIS ini menjadi salah satu bentuk nasionalisme kita,” ucap Rai Wirajaya.

 

Pihaknya mengacungi terobosan yang sudah diambil Bank Indonesia terkait QRIS ini, sehingga semakin memudahkan dalam melakukan transaksi keuangan karena cukup dengan membawa satu “smartphone”, namun sudah terintegrasi secara keseluruhan.

 

Di sisi lain, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang hadir membuka acara seminar dan edukasi QRIS ini menyambut baik acara tersebut.”Kita tidak bisa lepas dengan era digital yang terus berkembang. Dengan QRIS ini kita ini lebih praktis dalam bertransaksi dan tidak usah membawa uang kemana-mana. Kalau bawa uang tunai, nanti malah bisa kena begal,” jelasnya.

BACA :  Catat !! Polres Buleleng Laksanakan Operasi Patuh Agung Selama 14 Hari

 

 

Bupati Suradnyana pun menyatakan setuju untuk pembayaran pajak dari masyarakat Buleleng ke depannya agar menggunakan QRIS.

 

 

“Saya setuju, sehingga tidak perlu uang tunai terlalu banyak. Saya akan diskusikan dan sosialisasi dulu,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular