BI Kembangkan Ekonomi Digital Untuk Tingkatkan Ekspor Hasil Pertanian

28
Causa Imam kepala perwakilan Bank Indonesia Bali disela acara OSBIM di Sanur, Bali. Foto; Budiarta- BPN

DENPASAR, balipuspanews.com- Pertumbuhan perekonomian di Bali menunjukan trend positif di tahun 2018. Ini dibuktikan dengan tumbuhnya rata- rata sector ekonomi yang mencapai kisaran 5,9 persen hingga 6,3 persen. Selain itu, pertubumbuhan ekonomi juga mampu menekan laju inflasi hingga 3,1 persen. Hal itu disampaikan kepala perwakilan Bank Indonesia ( BI) Provinsi Bali, Causa Imam Karana dalam  acara Obrolan Santai Bank Indonesia Bersama Media (OSBIM) di Maya Resort Sanur, Rabu ( 9/1/2019).

Di era digital tahun 2019,  BI kata Causa Imam, akan mengembangan ekonomi digital agar sector pertanian dan perkebunan bisa lebih maksimal menembus go internasional.

Beberapa produksi pertanian seperti coklat Jembrana bahkan sudah mampu mengeksport hingga dua container ke Jepang dan Prancis. Hal ini bisa menjadi motivasi dari petani lainnya untuk terus meningkatkan hasil pertanian yang berkualitas.

Causa Imam mengatakan, selama ini mitra BI sudah tersebar diberbagai daerah di Bali seperti di Jembrana dengan produk coklatnya, daerah Ababi dengan petani Cabai, UMKM kopi, tenun ikat, di Wanagiri dengan petani bawang putih dan sebagainya.

” Dengan  digitalisasi ini, kedepan dapat menciptakan Bali yang lebih sejahtera lagi,”ujarnya.

Kedepan, kata Causa, struktur perekonimian Bali agar bisa lebih berimbang sehingga tidak hanya didominasi sector pariwisata yang menyebabkan pertumbungan ekonomi tidak merata.

” Mudah- mudahan tahun depan bisa bergeser agar berimbang. Kekuatan yang lebih besar dari sector pertanian dan perkebunan dengan hasil eksport yang berkualitas akan mampu meningkatan pemerataan serta meningkatkan cadangan devisa,” ujar Causa.

Secara khusus,  Causa Iman juga mengapresiasi langkah Gubernur Bali  menerbitkan Pergub No. 99 tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali yang bertujuan untuk memberikan kepastian harga jual terhadap produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali yang baru-baru ini diresmikan.

Causa menambahkan,  ekspor hasil pertanian dan perkebunan  akan mampu menjaga perkembangan dan keberlanjutan dari pertanian dan perkebunan serta UMKM ditangan anak muda yang memiliki  kreatif, inisiatif serta komitmen yang tinggi.

” Dengan banyak mengeksport, berarti hasil pertanian dan UMKM memiliki nilai ekonomi lebih yang nantinya berdampak pada kesejahteraan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi di Bali. Selain itu juga berpotensi adanya pariwisata baru mengenai tata cara bercocok tanam, maupun permentasi  hasil pertanian,” jelas Causa.

Tidak sekedar eksport, produksi yang berkualitas dan kuantitas yang cukup juga harus dipikirkan. Maka dari itu, BI bermitra dengan para UMKM dan petani dengan melakukan seleksi, melakukan survei dan mengetahui komitmen para UMKM dan petani.

Dengan meningkatnya hasil pertanian Bali nantinya mampu membantu pemerintah provinsi Bali untuk meningkatkan eksport dan mengembangkan pertanian dalam arti luas sesuai dengan visi misi pemerintah sekarang. (bud/bpn/tim)

 

 

 

 

 

Loading...