Biaya Pemeriksaan, Operasi hingga Obat Harian Cok Bulan Ditanggung Penuh JKN

Salah peserta JKN, Cokorda Istri Agung,40,
Salah peserta JKN, Cokorda Istri Agung,40,

BANGLI, balipuspanews.com– Pengalaman menegangkan dialami oleh seorang perawat bernama Cokorda Istri Agung,40, yang biasa dipanggil Cok Bulan. Sehari-harinya ia bertugas di ruangan hemodialisis RSUD Bangl.

Suatu ketika, temannya melihat keanehan pada leher Cok Bulan ketika berbicara. Akhirnya ia pun berinisiatif memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit tempatnya bekerja dengan memanfaatkan jaminan dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Walau saya bekerja di rumah sakit itu, tapi saya tetap mengikuti rujukan berjenjang, mulai diperiksa dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar. Baru saya ditangani oleh rumah sakit. Hasil USG menunjukkan ada tumor ganas menggerogoti kelenjar tiroid di leher saya. Akhirnya saya dirujuk ke RS IGNG Ngoerah, yang dulu bernama RSUP Sanglah, untuk menjalani pemeriksaan lebih detail,” kata ibu tiga anak asal Bangli ini, Kamis (06/10/2022).

Di Rs IGNG Ngeorah, Cok bulan kembali menjalani pemeriksaan lengkap seperti USG dan CT Scan bahkan hingga diambil cairan tiroid di lehernya.

Dokter yang menangani langsung mengambil kesimpulan bahwa Cok Bulan mengidap kanker tiroid. Atas kesepakatan Cok Bulan dan keluarga, pada pertengahan Februari 2020, dokter pun melakukan tindakan operasi untuk mengangkat kanker tiroid sebelum menjadi semakin ganas.

“Kata dokter, kondisi kanker saya saat itu sudah mulai mendesak ke paru-paru. Untung operasinya berjalan lancar. Pasca-operasi, saya tidak memiliki tiroid lagi sehingga saya harus mengonsumsi obat setiap hari untuk menggantikan fungsi tiroid tersebut. Semua tindakan pengobatan yang saya jalani aman dijamin Program JKN, termasuk obat rutin yang sehari-hari saya konsumsi juga dijamin JKN,” ujar Cok Bulan.

Pengobatan rutin yang dimaksud oleh Cok Bulan adalah berupa cek laboratorium setiap tiga bulan sekali dan mengambil obat setiap sebulan sekali. Hal itu agar kondisinya stabil dan terhindar dari lemas dan sesak.

Cok Bulan mengungkapkan kembali jika selama ia menjalani perawatan selalu lancar dan sama sekali tidak dibebankan biaya tambahan. Ia tinggal menunjukkan identitas kepesertaan JKN miliknya, kemudian mengikuti arahan prosedur pengobatan dari rumah sakit.

“Saya merasa sangat terbantu oleh JKN, jika tidak ada program ini tentu saya mesti memikirkan harus cari uang dari mana. Apalagi biaya pengobatan seperti yang saya jalani begitu besar, belum lagi biaya perawatan rutin yang harus saya jalani hingga saat ini. Untuk itu, saya benar-benar berterima kasih kepada pemerintah yang sudah menghadirkan Program JKN,” ungkapnya. (adv)

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan