Bimtek dipusatkan di Gedung BMB Kabupaten Bangli
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com – Dalam upaya meningkatkan kinerja pemerintah, pengelola keuangan negara yang efektis, efisien, trasparan dan akuntabel sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang pengendalian sistem internal pemerintah, digelar acara Bimtek Peningkatan Matoritas SPIP di Kabupaten Bangli, Selasa (10/4).

Acara yang dipusatkan di Gedung BMB Kabupaten Bangli, yang dihadiri oleh Bupati Bangli, Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Kepala Inspektorat Kabupaten Bangli dan OPD Terkait.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bangli I Ketut Riang melaporkan, kegiatan Bimtek terselenggara dilatarbelakangi oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah dimana untuk meningkatkan kinerja pemerintah, pengelola keuangan negara yang efektif, efisien, trasparan dan akuntabel sehingga pemerintah wajib menyelenggarakan sistem pengendalian internal di lingkungan pemerintah masing masing. Lanjut peserta bimtek kali ini di ikuti oleh sekretaris dan Kasubag di seluruh OPD di Kabupaten Bangli dengan pemberian materi dari Tim BPKP yang dilanjutkan oleh pejabat fungsional Inspektorat Kabupaten Bangli.

Sementara itu Perwakilan BPKP Provinsi Bali Ari Dwikora Tono menyampaikan, bahwa berangkat dari niat yang baik untuk membangun sebuah pemahaman dan persepsi, yang mana sudah menjadi kewajiban kita bersama. RPJMN sudah ditetapkan sehingga mau tidak mau harus menyesuaikan karena di akhir RPJMN ada evaluasi dari sanalah kinerja diukur.

Indikator utama adalah kematangan tingkat implementasi (Matoritas) yang mana kabupaten bangli sudah ada pada level dua, hal itu harus terus diperbaiki sehingga bisa naik level nanti di RPJMN tahun 2018 sudah harus ada pada level tiga.

Bagaimana caranya adalah hasil dari masismen itu kita jadikann dasar untuk memperbaiki hal-hal yang belum sesuai dengan RPJMN, oleh karena itu hal-hal inilah yang akan di bahas pada bimtek kali ini. Maturitas SPIP sudah 10 tahun hal ini menunjukan kalau sudah tidak saatnya lagi ada pada posisi sosilaisasi akan tetapi sudah ada pada upaya pematangan yang harus dilakukan secara bersama-sama.

Mandat ini harus dilakukan untuk dapat mencapai pengelolaan keuangan negara yang transparan, akuntabel Efektif, Efisien pimpinan lembaga baik bupati/walikota, gubernur dan seterusnya wajib melakukan ini karena sangat kontekstual dilakukan oleh Bupati selaku kepala daerah baik kegiatan teknis, dengan tata kelola keuangan dan oprasional pemerintahan.

Hal itu harus dilaksanakan dengan berpedoman sistem pengendalian interen Pemerintah (SPIP) atau PP yang mewajibkan pengendalian daerah. Hal hal yang menjadi sorotan antara lain adalah kaitanya dengan bansos/hibah agar diupayakan harus tertib, begitu juga dengan pengadaan dan belanja barang dan jasa harus tertib dengan aturan yang ada karna banyak kasus terjadi berawal dari pengadaan barang dan jasa.

Oleh karena itu hal-hal ini harus mendapat atensi sehingga akhirnya dapat meningkatkan Matoritas SPIP di Kabupaten Bangli. “Dengan dilaksanakan kegiatan ini kami berharap kita bisa sharing tidak usah takut karena tidak ada yang susah, semua pasti bisa sehingga komitmen Bupati untuk meningkatkan SPIP bisa terwujud,” katanya.

Buapti Bangli I Made Gianyar SH MHum MKn menyampaikan, kata kuncinya adalah harus sabar dan tenang sebagai padanan kata santai, sehingga tidak berkonmotasi negatif.

“Tidak ada sesuatu yang susah di dunia ini karena kita bekerja, berikutnya yang membuat aturan adalah manusia. Kalau kita bangun pijakan yang sama, tidak ada sesuatu yang kita ikuti tidak bisa kita laksanakan kalau ada nilai nilai keseriusan dan fokus kita untuk bekerja. Dengan perubahan orientasi kerja di Kabupaten Bangli langkah demi langkah selalu dipikirkan dengan perbaikan yang positif. Pada saat ini disampaikan kita sudah ada pada posisi nilai B, akan tetapi dengan berbagai upaya yang kita lakukan bolehlah kita untuk menginginkan mendapatkan nilai paling tidak B+ bahkan A di Output terakhir,” katanya.

Komitmen sudah dilakukan kaitannya dengan level matur SPIP Kabupaten Bangli, saat ini sudah ada di Level dua, sesuai dengan RPJMN maka harus mencapai target dan naik level tiga, serta syukur bisa ada di level lebih tinggi.

Berikutnya kaitannya dengan Opini BPK, maka Bangli sudah ada pada predikat WTP, tentu hal ini bukan merupakan prestasi individu, tetapi hasil kerja bersama secara kolektif menjadi tuntutan organisasi yang menharuskan seperti itu.

Pencapai kesuksesan sangat dipengaruhi oleh empat hal yaitu satu karna tuhan, berikutnya karna Leluhur, karna kemampuan individu dan terakhir yang tak kalah penting adalah peran orang lain yang ikut membatu dalam hal ini adalah BPKP dan DJKN, karena keberhasilan Kabupaten Bangli tidak lepas dari peran lembaga itu dan selutuh komponen yang ada.

“Beberapa yang menjadi perhatian harus segera ditindak lanjuti, sehingga kita bisa bekerja dengan lebih nyaman, tidak ada nilai-nilai kecurangan yang ditemui, karena tidak ada gunanya kita memiliki kemewahan dari hasil yang tidak benar. Pada akhirnya akan diambil, sehingga lebih baik tidak memiliki apa-apa tetapi kita bisa jalani hidup dengan nyaman tanpa beban,” kata Gianyar. (bp)

Tinggalkan Komentar...