Pemerintah Kabupaten Badung menerima kunjungan kerja Pemerintah Kota Blitar. Rombongan diterima Kadis Sosial Kab Badung Ketut Sudarsana didampingi Kabag Humas, Putu Ngr Thomas Yuniarta di ruang pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (15/11).

Badung, balipuspanews. com -Pemerintah Kabupaten Badung menerima kunjungan kerja Pemerintah Kota Blitar.

Rombongan diterima Kadis Sosial Kab Badung Ketut Sudarsana didampingi Kabag Humas, Putu Ngr Thomas Yuniarta di ruang pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (15/11).

Asisten I Administrasi Umum dan Pembangunan Kota Blitar Ece Setija Basuki sebagai ketua rombongan mengatakan, bahwa Kota Blitar adalah kota kecil yang berada di Propinsi Jawa Timur. Memiliki luas 33 km persegi dengan jumlah penduduk 152 ribu. PAD yang sangat kecil, jauh beda dari Pemerintah Badung. Maksud dan tujuan kunjungan ke Badung, ingin belajar dan berbagi informasi terutama terkait dengan bidang pengelolaan, perekrutan dan pembinaan Paskibraka di Kabupaten Badung.

“Kami Pemkot. Blitar juga ingin belajar tentang Keprotokolan dan Kehumasan dari Badung. Karena di Blitar banyak sekali tugas-tugas dan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah maupin Walikota itu sendiri,” terangnya.

Kunjungan ini mengajak Kepala OPD terkait Kota Blitar, mengajak pembina paskibraka dan peserta paskibraka.

“Kami mengajak peserta paskibraka ini merupakan bentuk wujud dan apresiasi  pemerintah kota Blitar terhadap peserta paskibraka, purna paskibraka dan pembina pada waktu pengibaran sang saka merah putih 17 Agustus 2018 yang lalu,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Kadis Sosial Badung, Ketut Sudarsana menyampaikan Badung salah satu dari 9 kabupaten/kota di Bali. Dengan luas wilayah sebesar 418,52 km atau 7,43% dari luas Bali. Badung terbagi dalam 6 kecamatan dan 62 desa/kelurahan, dengan jumlah penduduk 664 ribu.

Sumber pendapatan terbesar dari sektor pariwisata. Terkait pariwisata di Badung adalah pariwisata budaya artinya periwisata budaya melalui kegiatan agama, adat, istiadat dan keseniannya menjadi satu kesatuan.

“Jadi konsep pariwisata budaya bernafaskan Hindu sebab di Bali konsep beragama sangat erat kaitanya dengan adat istiadat,” jelasnya.

Untuk Paskibraka di badung ditangani oleh dinas sosial termasuk peringatan hari pahlawan. Perekrutan paskibraka telah mulai dilakukan dari bulan april diikuti seluruh sekolah menengah atas. Tahap pertama yaitu seleksi jasmani dan segala macam yang dilakukan oleh TNI Polri termasuk tim inti. Setelah selaksi dilanjutkan pelatihan dan dua minggu hari H, peserta paskibraka di karantina di sebuah hotel, setelah itu menjelang dua hari H dilakukan pengukuhan oleh Bupati.

“Setelah acara 17 Agustus 2018 kemarin, salah satu wujud kepedulian/ reward bapak bupati terhadap pasukan paskibraka diberikan laptop satu persatu,” tambahnya.

Diakhir acara dilakukan sesi tukar menukar cendramata oleh Kadis Sosial Kab Badung Ketut Sudarsana kepada Asisten I Administrasi Umum Pembangunan Kota Blitar Ece Setija Basuki dan dilanjutkan penyematan Pin Bung Karno oleh Asisten I Kota Blitar kepada Kadis Sosial Ketut Sudarsana dan Kabag Humas Kab Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta. (angga/bpn/tim)