SINGARAJA, balipuspanews.com — Dua pekerja salon tertangkap basah tengah sibuk melayani laki-laki hidung belang oleh polisi saat menggelar Operasi Pekat Agung 2019, pada Jumat (6/12). Tak pelak, pemilik dan dua pekerja bisnis prostitusi berkedok salon itupun langsung digelandang ke Mapolres Buleleng.

 

Seizin Kapolres Buleleng, KBO Reskrim Polres Buleleng, Iptu Dewa Sudiasa mengatakan, dua pekerja salon itu masing-masing bernama Sri dan Ayu tertangkap basah melayani dua lelaki hidung belang di Salon Jasmine Hair Beauty di Jalan Raya Singaraja-Seririt, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng. Sebelum melakukan hubungan badan, kedua wanita asal Buleleng ini terlebih dahulu mememijat pria hidung belangnya. Dengan menjalani binsis prostitusi ini, Sri mengaku diupah sebesar Rp 800 ribu. Sementara Ayu diupah Rp 500 ribu.

 

Nah, dalam penggerebekan ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua buah kondom bekas dipakai, seprai berisi bercak sperma, bantal, serta uang tunai sebesar Rp 1.4 juta. Selain menangkap Sri dan Ayu, polisi juga menciduk pengelola salon berinisial PDF yang juga sebagai mucikari.

 

PDF mengaku jika bisnis prostitusi ini sudah dilakukan sejak Agustus 2019 lalu. Dalam sehari, diakui PDF para pegawainya itu bisa melayani satu hingga dua orang pria hidung belang.

“Kami sebenarnya tidak menyediakan yang seperti itu. Namun kadang para pelanggan yang awalnya hanya minta dipijat, akhirnya minta untuk berhubungan badan. Pegawai saya mungkin khilaf, sehingga dia mau melayani,” ucapnya.

 

Akibat perbuatannya, tersangka PDF, Ayu dan Sri dijerat dengan pasal 506 KUHP tentang prostitusi, dengan ancaman hukuman tiga bulan penjara. Sementara untuk dua pria hidung belangnya masing-masing berinisial De Win dan Tut Suar hanya diberikan teguran untuk tidak mengulangi perbuatannya.