Rabu, Juni 19, 2024
BerandaLifestyleKesehatanBKKBN Gelar Seminar ASN Peduli Kependudukan

BKKBN Gelar Seminar ASN Peduli Kependudukan

JAKARTA, balipuspanews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional bekerjasama dengan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN menyelenggarakan Seminar ASN Peduli Kependudukan dengan tema “Peran Penting ASN untuk Mendukung Pembangunan Berwawasan Kependudukan”. Acara ini dibuka oleh Kepala BKKBN dr. Hasto secara virtual dan dihadiri peserta seminar Para Dosen dan Mahasiswa PKN STAN.

Selain itu, seminar juga dihadiri secara daring oleh seluruh civitas akademika PKN-STAN, ASN Pemerintah Kota Tangerang Selatan, ASN BKKBN Pusat, ASN Perwakilan BKKBN Provinsi Banten serta ASN OPD KB Kota Tangerang Selatan pada Jumat/07/06/2024 bertempat di Gedung G, Kampus PKN STAN, Bintaro, Banten.

Pelaksanaan seminar bertujuan untuk mengimplementasikan ASN Peduli Kependudukan, meningkatkan kompetensi teknis program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) serta mewujudkan kerjasama pendidikan kependudukan antara BKKBN dengan Politeknik Keuangan Negara STAN.

Pada awal sambutannya dr. Hasto menyampaikan bahwa Indonesia emas di tahun 2045 kita tahu bahwa hari ini penentu dari pada tercapainya bonus demografi dan juga visi Indonesia emas 2045 adalah mahasiswa dan kita paham 5 tahun lagi dari sekarang 2030 adalah akhir dari visi ini jadi kita punya PR untuk bisa mencapai target yaitu tidak ada kemiskinan ekstrem tidak ada orang kelaparan bagi pemuda khususnya. Jika kualitas SDMnya bagus dalam arti kesehatan yang bagus biasanya kesehatan diukur dari angka kematian ibu dan angka kematian bayi, ketika orang hamil dan melahirkan aman di suatu negara bayi itu harapan hidupnya tinggi di suatu negara maka negara itu dinilai punya derajat kesehatan yang baik,” ucap dr. Hasto.

BACA :  UKM Batok Kelapa di Banjarangkan Diperkuat Pemasaran Digital dan Jiwa Wirausaha

“Bonus Demografi itu selalu mencerminkan bahwa jumlah penduduk yang usianya produktif melimpah dibandingkan yang usia tidak produktif. Ini contoh, kalau di usia produktif tetapi tidak bekerja menganggur atau bahkan masih menjadi tanggungan orang lain, maka bonus demografi ini tidak menjadikan suatu foto sejahtera, akan tetapi hanya bonus secara kependudukan saja. Oleh karena itu , ini kesempatan baik untuk mahasiswa itu kita dorong untuk bisa punya cita-cita yang tinggi menciptakan lapangan pekerjaan minimal tidak menganggur minimal, begitu lulus tidak menganggur, kemudian syukur kalau bisa menciptakan lapangan pekerjaan itu menjadi satu yang sangat penting. Siapa yang akan menciptakan lapangan pekerjaan kalau tidak yang muda. Alhamdulillah mahasiswa disini dan besok lulus langsung jadi karyawan PNS, hal ini sudah memberikan kontribusi untuk supaya bonus demografi itu tercapai,” imbuhnya.

Kemudian dr Hasto mengajak para mahasiswa/mahasiswi untuk terus meningkatkan kualitas diri. “Coba kalau kita remaja-remaja itu banyak putus sekolah. Kawin pada usia muda hamilnya berulangkali, kemudian anaknya banyak, kemudian pekerjaannya enggak jelas, maka hampir dipastikan insecure di hari tuanya, mudah-mudahan tidak seperti itu tidak ada lagi,” tambah dr. Hasto.

BACA :  Diduga Kelebihan Muatan, Truk Muat 12 Ton Kopi Terguling di Jalur Antiga

Pada kesempatan yang sama hadir juga Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan Bonivasius Prasetya Ichtiarto menyampaikan, “Makna PNS peduli kependudukan dari sisi kualitas dia tentu memberikan contoh bahwa di masa depan keluarganya itu berkualitas jumlah dan jarak usia anaknya diatur dengan baik setelah melahirkan harus ber KB karena supaya jarak melahirkannya bagus, kata Boni.

Direktur PKN STAN Evi Mulyani yang menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya seminar ini. “Seminar ASN Peduli Kependudukan ini sangat sejalan dengan komitmen PKN STAN yang memiliki 2 kurikulum, tidak hanya kurikulum akademik, namun juga kurikulum karakter. Jadi apa yang disampaikan pada seminar ini adalah bagaimana karakter ini terbentuk dan mahasiswa yang masuk di PKN STAN ini diharapkan menjadi CASN yang berkualitas,” tutup Evi.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular