Perkaman KTP- El di Disdukcapil Jembrana, (9/10)
Perkaman KTP- El di Disdukcapil Jembrana, (9/10)
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Masyarakat Jembrana yang ingin memiliki KTP Elektronik (KTP-El) masih harus bersabar. Sebab, hingga kini blanko KTP El masih kosong lantaran belum turun dari pusat.

Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Jembrana I Ketut Wiaspada, Rabu ( 9/10) mengatakan total jumlah penduduk sampai 30 Agustus sebanyak 327.438 jiwa. Sementara yang wajib KTP yang belum ada sebanyak 242.316 jiwa.

Dari jumlah itu yang sudah melakukan perekaman 229.268, dan yang belum perekaman 13.048. Sedangkan KTP –El yang sudah terbit sebanyak 227.709 sedangkan KTP –El yang belum terbit sebanyak 1559 lembar.

“Yang KTP –El nya belum tercetak untuk sementara masih menggunakan surat keterangan (suket). karena kendala stok blanko yang masih kosong dari pemerintah pusat yang belum turun sampai saat ini,” ujarnya.

Tercatat untuk bulan September sudah tercetak 1858 lembar. Sehingga total sudah sejak Januari 2019 tercetak 15.443 lembar yang tercetak . “Seluruhnya masih melakukan pencatatan menggunakan suket, “ jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku tidak terpengaruh belum turunnya blanko dari pemerintah pusat. Bahkan perekaman dengan metode jemput bola terus dilakukan utamanya menyasar SMA/ SMK sebagai wajib KTP pemula.

“ Blanko belum dikirim lagi dan semuanya masih gunakan suket bagi pencari KTP baik pemula maupun penggantian. Sepanjang blanko kosong akan terus diberikan suket, “ungkapnya.

Disinggung mengenai keabsahan suket sebagai dokumen kependudukan, Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Suket adalah dokumen yang sah dan resmi selama blanko masih kosong.

Hal ini diperkuat dengan UU Nomor 23 tahun 2006 serta surat edaran Menteri Dalam Negeri mengenai keabsahan suket. Bahkan dikatakannya ,suket juga diperbolehkan digunakan saat masyarakat memberikan hak suara saat Pilkel ( pemilihan perbekel ) serentak beberapa waktu lalu , bahkan juga untuk pileg hingga pilkada.

“ Masyarakat tak perlu khawatir, silakan yang ingin mengurus kartu kependudukannya bisa datang kekantor pelayanan Dinas Dukcapil. Nanti kalo blanko normal sudah tersedia kembali ( info dari pemerintah pusat awal anggaran tahun 2020 sudah berjalan ) , suketnya ditukar dengan KTP dan diajukan lagi oleh warga, “terang Wiaspada.

Terkait kekosongan suket , Wiaspada mengaku tidak tinggal diam dan terus berkomunikasi lewat pihak berwenang. “ Kita sampaikan lewat Dukcapil Provinsi untuk diteruskan ke Dirjen Dukcapil Kemendagri .Berapa kebutuhannya sudah kita sampaikan. Mekanismenya memang seperti itu,”tambahnya. (nm/bpn/tim)