Penandatanganan MoU Kepala BNN Pusat (kiri) dengan Rektor Universitas Udayana (kanan).
Penandatanganan MoU Kepala BNN Pusat (kiri) dengan Rektor Universitas Udayana (kanan).
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR SELATAN, balipuspanews.com- Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat melakukan kerjasama dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan Universitas Udayana (Unud) karena dipandang predikat di Bali memiliki ketahanan terbaik di Indonesia, terhadap ketahanan ancaman bahaya narkoba.

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Heru Winarko, SH. mengatakan bahwa peraturan akan dilegalisirkan, melanjutkan yang sudah ada, dan dikembangkan agar masyarakat Bali memiliki ketahanan terhadap penyalah gunaan Narkoba.

Winarko mengungkapkan bahwa di Bali ada tiga tempat yang rawan terhadap penyalah gunaan narkoba, salah satunya adalah kawasan Seminyak yang akan mendapat perhatian khusus dan akan melakukan perbaikin bersih dari narkoba.

Selain itu, pihalnya juga meningkatkan pengawasan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas), dengan melakukan perbaikan sistem yang dikendalikan di lapas.

“Atensi kita, di Bali akan dibangun lapas khusus rehabilitasi pengguna narkoba, nanti dibangun di daerah Bangli,” tegasnya.

Dengan dibangunnya rehabilitasi, pihaknya mengimbauan agar bagi masyarakat yang memiliki saudara atau keluarga yang menjadi pecandu barang haram berupa narkoba dan sejenisnya agar segera melapor untuk direhabilitasi. “Kamai harap agar melaporkan diri untuk direhabilitasi, pecandu tidak akan dihukum,” imbuhnya.

Wilayah, lanjut Winarko Bali hanya tiga titik yang rawan terhadap narkoba, salah satunya Seminyak, sebagai kawasan Pariwisata yang berkembang memang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

” Bali hanya tiga titik rawan, namun ketahanan Bali masih baik, di Indonesia ada 600 lebih,” bebernya.

Penandatanganan MoU antara Kepala BNN RI dengan Rektor Unud dan Penandatanganan Pararem  Anti Narkoba oleh Kepala BNN RI, Gubernur Bali dan Bupati /Walikota se-Bali dilaksanakan di ruang Dr. A.A Djelantik Kampus Unud jln. Jendral Sudirman, Denpasar, Selasa (14/5).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut yaitu Kepala Kajati Bali, Kepala BNN Provinsi Bali, Gubernur Bali, Bupati/Walikota se-Bali. Kepala BIN Provinsi bali, dan Bendesa Adat.

Sementara Rektor Unud Prof. Dr dr. A.A Raka Sudewi, SpS (K)
mengatakan, dunia pendidikan di Indonesia perlu mendapat perhatian khusus terutama dalam menyelematkan generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa dari penyalah gunaan narkoba dan sejenisnya.

“Seperti yang diketahui informasi dari BNN pusat, banyak mahasiswa maupun siswa terlibat dalam penyalah gunaan narkoba. Sekitar 2 juta mahasiswa dan 1,5 juta pekerja yang terlibat penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Untuk itu, sudah menjadi tanggungjawab lembaga pendidikan tinggi Universitas Udayana dan tanggungjawab bersama mencegah dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, adalah dengan satu-satunya bekerjasama dengan BNN Pusat.

“Kami berterimakasih dan mengapresiasi kepada BNN Pusat atas kerjasamanya dengan penandatangan MoU dan memberikan kuliah umum kepada civitas akademika Unud,”tandasnya.(bud/bpn/tim).

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here