Bobol Toko, Residivis Spesialis Rumah Kosong Ini Diringkus Polsek Kubutambahan

Tersangka saat digiring menuju Rutan Mapolres Buleleng
Tersangka saat digiring menuju Rutan Mapolres Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Polsek Kubutambahan akhirnya berhasil meringkus seorang residivis spesialis pembobol rumah kosong berinisial Gede NS,39, asal Kelurahan Penarukan, Buleleng.

Polisi menangkap tersangka setelah diduga melakukan aksi pencurian di salah satu toko yang berlokasi di Banjar Dinas Tapak Dara, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Sabtu (19/11/2022).

Kapolsek Kubutambahan, AKP Ketut Suparta, S.H., M.H., menyampaikan, bahwa tersangka diringkus setelah ada informasi kehilangan di toko milik Wayan Noveladi, 40.

Dimana aksi pencurian tersebut diketahui pertama kali oleh istri korban bernama Komang Arnadi,27, yang pada Rabu (23/11/2022) melihat keran air di toko miliknya hilang dan mengakibatkan tokonya kebanjiran.

Khawatir barang-barang di tokonya rusak akibat kebanjiran saksi langsung mengecek ke dalam toko, akan tetapi semuanya seperti 3 buah tabung gas isian 3 Kilogram, 2 unit CPU, 2 Unit Stavol, 2 Keran wastafel, 2 buah keran cerutu, 2 buah tempat pembuangan limbah, sebuah wajan, dan sebuah pipa wastafel justru telah hilang dan tidak ada ditempatnya.

“Tersangka cukup cerdik, sebab saat tau ada CCTV di toko, tersangka malah mengambil CPUnya untuk menghilangkan jejak. Tersangka melakukan aksinya sendirian dengan cara mencongkel pintu depan kemudian menggasak isi yang ada didalam toko,” jelas AKP Ketut Suparta saat ditemui, Selasa (29/11/2022).

Meski begitu tersangka yang baru saja bebas tahun 2019 ini tidak bisa menghindar karena ternyata CCTV yang ada di dalam toko terkoneksi ke HP pemiliknya.

Sehingga setelah didapatkan cukup bukti dan dilakukan penelusuran tersangka berhasil diamankan di Wilayah Kelurahan Banyuning, Kamis (24/11/2022) sekitar pukul 20.00 WITA.

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti 2 buah rak plat besi sedangkan barang lainnya diakui tersangka bahwa sudah dijual dengan hasil Rp 800 Ribuan sedangkan Rp 300 Ribu telah digunakan untuk menyewa mobil yang dipergunakan melancarkan aksinya.

“Tersangka ada kemungkinan sengaja menyewa mobil untuk melakukan aksinya karena ada pengakuan bahwa hasil penjualan salah satunya dipakai menyewa mobil namun kita masih lakukan pengembangan lagi,” terangnya.

Kini akibat perbuatannya tersangka yang sempat terjerat kasus serupa di Tabanan serta Polres Buleleng ini disangkakan dengan pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHP karena disangka telah melakukan tindakan pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 Tahun penjara.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan