BOS Langsung Ditransfer ke Rekenging Sekolah, Pengamat: Akhiri Rantai Birokrasi yang 'Mengular'
BOS Langsung Ditransfer ke Rekenging Sekolah, Pengamat: Akhiri Rantai Birokrasi yang 'Mengular'

DENPASAR, balipuspanews.com-
Wacana Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, yang akan mentransfer langsung dana bantuan operasional sekolah (BOS) ke rekening sekolah menuai dukungan dari pengamat pendidikan Dr. Made Gde Putra Wijaya, M.Si. Bahkan, ia menyebut wacana ini menjadi harapan para kepala sekolah sejak lama, karena tanpa melalui rantai birokrasi yang ‘mengular’.

“Saya menyambut dengan apresiasi tinggi wacana Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ini akan sangat bermanfaat  bagi sekolah penerima (BOS) karena akan langsung masuk ke rekening sekolah tanpa harus menunggu waktu yang berbulan-bulan,” kata Putra dihubungi dari Denpasar, Selasa (11/2).

Menurutnya, selama ini dana bos sering kali tersendak lantaran birokrasi yang panjang. Sehingga, eksekusi program-program pendidikan yang menggantungkan harap dari dana BOS akan tersendak.

“Idealnya apa yang dibutuhkan sekolah semestinya kan harus sudah ada dananya, sehingga programnya bisa dieksekusi. (Kebijakan) ini mudah-mudahan bisa mendorong upaya-upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan mutu dan kualitas sekolah,” jelasnya.

Dana yang meluncur cepat layaknya melalui jalan tol dari pemerintah pusat ke sekolah dipandang akan menstimulus lebih cepat Program Merdeka Belajar yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. “Saya pikir dengan kebijakan ini layanan pendidikan itu akan semakin cepat,” kata Putra yang juga Ketua Pemuda Panca Marga, Bali ini.

Terkait dengan proses penggunaan dana BOS di sekolah, ia yakin tidak akan ada kendala. Selama ini, penggunaan dana BOS, mulai dari keluar, digunakan, hingga dilaporkan, telah berjalan dengan baik. Sistem kontrol yang dibangun pemerintah terhadap sekolah juga dipandang tidak memberikan peluang penyelewengan penggunaan dana.

Meski demikian, pihaknya tetap berharap pemerintah daerah dapat turut berperan menyokong pendidikan dengan mengalokasikan dana pendamping BOS, terutama bagi siswa SMA/K.

“Saat ini besaran yang diterima siswa per tingkatan kan bervariasi. Ada yang dapat Rp900 ribu, Rp1 juta, ada yang Rp1,5 juta per tahun. Kalau dibagi per bulan, rata-rata Rp100 ribu per bulan, per anak. Ini tentu masih kurang, apalagi untuk anak SMA. Sehingga, kami mendorong pemerintah daerah memberikan dana pendamping dari APBD. Tentu juga peran serta orang tua tidak bisa diabaikan, melalui sumbangan sukarela itu,” pungkasnya.  (bud/bpn/tim)