Jumat, Juni 21, 2024
BerandaBulelengBPBD Buleleng Catat Ada 39 Kejadian Terjadi Sabtu Kemarin, Satu Korban Meninggal

BPBD Buleleng Catat Ada 39 Kejadian Terjadi Sabtu Kemarin, Satu Korban Meninggal

BULELENG, balipuspanews.com– Cuaca buruk melanda hampir di seluruh wilayah Bali Utara khususnya di Kabupaten Buleleng pada Sabtu (9/3/2024) atau tepatnya saat perayaan hari raya Kuningan.

Berdasarkan data sementara yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Minggu (10/3/2024) terdapat 39 bencana alam diakibatkan oleh hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sehari sebelumnya.

Adapun rincian data bencana yang terjadi Sabtu (9/3/2024) bencana pohon tumbang sebanyak 22 titik, banjir sebanyak 9 titik, longsor sebanyak 5 titik, bangunan roboh sebanyak 1 titik, abrasi pantai sebanyak 1 titik, dan puting beliung sebanyak 1 titik.

“Kami bersama anggota saat ini masih melangsungkan assessment di lapangan laporan sementara ada 39 kejadian akibat hujan disertai angin kencang kemarin,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, Minggu (10/3/2024).

Selain itu, BPBD mencatat bencana yang mengakibatkan korban jiwa terjadi di Banjar Dinas Wirabhuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tepatnya di Kilometer 18 Jalan Singaraja-Denpasar sekitar pukul 19.30 WITA.

BACA :  Taman Penasar “Ceraken” Duta Denpasar Sukses Tampil Memukau di Ajang PKB XLVI

Bencana longsor tersebut mengakibatkan satu orang pengendara berinisial KA,19, asal Banjar Dinas Kawanan, Desa Menyali, Kecamatan Sawan meninggal dunia tertimbun material longsor.

Korban yang tertimbun akhirnya ditemukan setelah petugas mengerahkan alat berat dan jenazah telah dievakuasi lalu dibawa ke RSUD Buleleng. Peristiwa memakan korban berikutnya ada Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng dimana korban akhirnya dirujuk ke RSUD Buleleng setelah tertimpa tembok yang roboh.

“Kami tetap menghimbau masyarakat agar berhati-hati dan selalu waspada akan terjadinya bencana susulan. Mengingat cuaca yang tidak menentu, apabila saat hujan turun diupayakan untuk menunda untuk berkendara. Apalagi disertai angin kencang karena bencana mengintai setiap saat sehingga perlu kewaspadaan bersama,” pintanya.

Penulis: Nyoman Darma
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular