NEGARA, balipuspanews.com – Ditengah wabah covid-19, Balai pengawsan Obat dan makanan (BPOM) tetap melakukan pengawasan terhadap makanan dan minuman. Seperti yang dilakukan BPOM Loka Buleleng di Kelurahan Loloan Timur, Jembrana dan Loloan Barat, Negara.
Tim dari BPOM Loka Buleleng ini menyasar makan dan minuman untuk berbuka puasa (takjil) yang dijual pedagang di dua kelurahan kampong muslim tersebut.
Ada 28 sampel takjil yang dimabil secara acak. Sampel yang takjil yang dimabil itu karena secara kasat mata dicurigai mengandung bahan berbahaya yang tidak layak dikonsumsi.
Ke 28 sampel itu kemudian diuji di laboratorium keliling untuk mengecek apakah ada yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti boraks formalin,rhodamin B dan metanil yellow.
“Sidak makanan dan minuman berbuka puasa ini kami lakukan guna memastikan makanan dan minuman yang djual pedagang aman untuk dikonsumsi dan terbebas dari bahan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan,” ujar kepala BPOM Loka Buleleng Made Ery Bahari Hantana.
Menurutnya, 20 sampem takjil itu memang diambil secra acak dari puluhan pedagang yang berjualan di sepanjang jalan di dua kelurahan itu. Kemudian ke 28 sample makanan dan minuman berbuka puasa yang di curigai tersebut diuji dengan indikator bahan berbahaya. Dari uji sampel takjil di dua lokasi ini dengan empat parameter yakni boraks formalin,rhodamin B dan metanil yellow hasilnya semuanya negative atau aman dikonsumsi,” jelasnya.(nm/bpn/tim)



