program UKS harus menjadi perhatian bersama, mulai dari tim Pembina UKS, instansi pemerintah, kepala sekolah, guru, peserta didik dan masyarakat
program UKS harus menjadi perhatian bersama, mulai dari tim Pembina UKS, instansi pemerintah, kepala sekolah, guru, peserta didik dan masyarakat
sewa motor matic murah dibali
BANGLI, balipuspanews.com –
Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, selama ini Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) telah memiliki peranan yang penting dalam membentuk kesadaran peserta didik disekolah untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. Oleh karenanya, program UKS harus menjadi perhatian bersama, mulai dari tim Pembina UKS, instansi pemerintah, kepala sekolah, guru, peserta didik dan masyarakat.
Ia berpendapat, jika semua orang memiliki pandangan yang sama, maka UKS akan menjadi program strategis dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini dikatakan Wabup Sedana Arta, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi guru Pembina UKS se- Kabupaten Bangli, di ruang pertemuan Kantor Camat Bangli, Rabu (21/8).
Lebih lanjut Wabup Sedana Arta mengatakan, keberhasilan pembinaan dan pengembangan program UKS, terlihat dan tercermin pada prilaku hidup bersih dan sehat peserta didik disekolah. Menurutnya, hal ini merupakan dampak dari pembinaan dan pelaksanaan program  UKS di semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA.
Pada kesempatan itu, Wabup Sedana Arta juga mengingatkan, menjaga kesehatan dilingkungan sekolah bukan hanya pada perbaikan fisik sekolah saja, namun lebih menekankan kepada perubahan prilaku warga sekolah untuk mendukung program UKS. Oleh karenanya, melalui kegiatan bimtek ini, Wabup Sedana Arta berharap, kompetensi guru Pembina UKS dapat terus ditingkatkan serta diharapkan muncul terobosan baru agar UKS bisa menjadi kebutuhan bersama. “Melalui bimtek ini, saya berharap guru pembina bisa meningkatkan kompetensinya dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan UKS di masing-masing sekolah, “harapnya.
Melalui gerakan nyata, Wabup Sedana Arta juga berharap tim pembina dan pelaksana UKS mampu menjaga , mempertahankan dan mengembangkan program UKS yang kreatif dan inovatif, dengan menggali kearifan lokal untuk mewujudkan sekolah yang sehat dan mandiri.
Sementara itu ketua panitia penyelenggara Jero Penyarikan Widata dalam laporannya menyampaikan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru pembina UKS sebagai tim pelaksana UKS di sekolah dalam memahami informasi tentang sekolah sehat serta meningkatkan pengetahuan guru pembina dalam menyusun program, melaksanakan program, mengadministrasikan dan membuat laporan TPUKS.
Sedangkan kegiatan ini, sambung dia, diikuti oleh 220 peserta dari guru pembina UKS tingkat TK, SD, SMP dan SMA dari empat kecamatan di Kabupaten Bangli. Adapun kegiatan bimtek, jelas dia, akan dilaksanakan dalam empat tahap, dimana setiap tahap terdiri dari dua hari materi yang dilaksanakan masing-masing kecamatan dan satu hari untuk kunjungan lapangan di SMPN 1 Bangli. Sedangkan narasumber dari kegiatan ini berasal dari tim pembina UKS Provinsi Bali, tim pembina UKS Kabupaten Bangli dan tim pembina UKS SMPN 1 Bangli. (Rls/bpn/tim)