Selasa, Juli 23, 2024
BerandaDenpasarBuka FSBJ, Menkes Budi Sadikin Ajak Merawat Budaya Bali

Buka FSBJ, Menkes Budi Sadikin Ajak Merawat Budaya Bali

DENPASAR, balipuspanews.com
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster,
membuka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) ke-5 tahun 2023 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (16/7/2023). Dalam kesempatan sama juga ditutup Pesta Kesenian Bali (PKB).

Turut hadir mendampingi yaitu Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha
Ardana Sukawati, Ketua DPRD Provinsi Bali, Nyoman Adi Wiryatama, Ida Rachmawati Sadikin bersama Ny. Putri Suastini Koster dan Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gede Arya Sugiartha.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, masyarakat Bali
yang dianugerahi oleh tuhan/ Hyang Widhi Wasa berupa keindahan alam dan warisan keagungan budaya yang luar biasa. Belajar peradaban dari bangsa-bangsa besar di dunia, seperti diketahui bahwa warisan budaya itu tidak ada yang abadi, karenanya warisan itu harus dijaga, pelihara, tumbuhkan agar bisa terus hidup dan terus berkembang.

Meskes mengamati budaya Bali memiliki tradisi yang sangat kokoh, sangat mengakar dan sangat mapan di masyarakat Bali yang dikreasikan secara inovatif dan kreatif.

“Saya juga baru mengetahui dari
Bapak Gubernur Wayan Koster, bahwa Bali memiliki opera Bali klasik yang dikenal dengan Arja, memiliki tari Bali klasik yang dikenal dengan Tari Legong Keraton dan Saya baru tahu bahwa budaya Bali memiliki
tari modern yaitu Tari Manuk Rawa, serta Bali memiliki tembang klasik yang dinamai Pupuh Ginada, hingga Bali memiliki tembang modern yang disebut dengan Don Dap Dape, dan Jangger,”ujarnya.

BACA :  Hari Anak di Denpasar Akan Dimeriahkan Dengan Gelaran Rare Bali Festival

“Mari kita rawat dan teruskan kebudayaan Bali lebih baik dari pada saat kita menerimanya demi anak-anak kita, cucu-cucu kita, dan demi umat, masyarakat serta bangsa Indonesia,” pintanya.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan sejalan dengan berkembangnya seni modern-kontemporer yang diinisiasi oleh para seniman, maka sejak tahun 2019 Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan Festival Seni Bali Jani, sebagai wahana apresiasi seni modern-kontemporer.

Setelah 40 tahun Pesta Kesenian Bali
berlangsung, baru lahir suatu kebijakan untuk mewadahi perkembangan seni modern-kontemporer.

Sehingga saat ini, lanjut Koster, Bali memiliki dua wahana seni, yakni wahana seni tradisi dan wahana seni modern-kontemporer, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang secara harmonis dan seimbang dalam memajukan seni-budaya Bali, guna menguatkan dan memajukan kebudayaan Bali sebagai pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan
Bali.

Sebagai wahana yang relatif baru, penyelenggaraan Festival Seni Bali
Jani, diharapkan mampu mendorong dan memotivasi munculnya seniman bertalenta untuk melahirkan karya seni modern-kontemporer yang kreatif, inovatif, dan berkualitas yang berakar pada seni-budaya
Bali.

BACA :  Pasca Helikopter Jatuh, Pemprov Ingatkan Perda Larangan Menaikkan Layangan di Sekitar Bandara

“Pada malam ini, sekaligus dimulai secara resmi penyelenggaraan Festival Seni Bali Jani ke-5 yang akan berlangsung sampai tanggal 30 Juli 2023. tahun 2023 ini, Festival Seni Bali Jani mengusung tema
“Citta Rasmi Segara Kerthi”, Bahari Sumber Inspirasi,” pungkas Gubernur asal Desa Sembiran.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gede Arya Sugiartha melaporkan Festival Seni Bali Jani Ke-5 Tahun 2023 ini digelar langsung tanpa jeda setelah Pesta Kesenian Bali bertujuan untuk memberikan ruang yang sama rata kepada para pengiat seni modern Bali.

Dalam Bali Era Baru, katanya kita tidak hanya merawat dan memajukan seni tradisi, akan tetapi memberikan ruang kepada seniman-seniman baru yang telah menjadi bagian dari pengalaman estetik masyarakat Bali.

Dengan konsep ini, seni budaya Bali dikuatkan dan sekaligus dimajukan untuk menghidupkan seni tradisi secara berdampingan dan saling mengisi dengan seni modern.

“FSBJ ini lahir dari gagasan kreatif
Putri Suastini Koster yang selalu memberikan kami arahan, bagaimana FSBJ ini agar bisa dilangsungkan dengan tata kelola yang baik dan menganut konsep eksplorasi, eksperimentasi lintas batas, kolaborasi dan kontekstual,” ujarnya.

BACA :  Komit Bantu Warga, Wabup Suiasa Serahkan Bantuan Sebesar Rp 902 Juta di Badung Selatan

Tema FSBJ “Citta Rasmi Segara Kerthi”, Bahari Sumber Inspirasi, dalam konteks estetika laut adalah sumber inspirasi dan imajinasi yang bisa digarap menjadi karya seni. Tema ini merupakan panggilan
kesadaran kepada umat manusia untuk menyucikan, memuliakan, dan melestarikan laut sebagai sumber penciptaan sekaligus mata air
kehidupan niskala-sakala.

Dipaparkan, FSBJ Ke-5 Tahun 2023 digelar selama dua pekan dari tanggal 16-30
Juli 2023 dengan mengagendakan: Adilango (Pergelaran), Megarupa (Pameran), Utsawa (Parade), Beranda Pustaka (Bursa Buku dan Pameran Kartun), 5) Pawimba (Lomba), Aguron-guron
(Kriyaloka), Timbang Rasa (Serasehan), dan Bali Jani Nugraha.

Tak kalah menarik, ada agenda pembaharuan di Festival Seni Bali Jani yaitu seni modern yang lombanya Kita tingkatkan menjadi tingkat nasional, antara
lain teater modern, film animasi, dan baca puisi.

Ada juga kegiatan Karnival of Music Bali Jani dengan menampilkan world music, keroncong jani, music jani dan lagu daerah Bali, serta timbang rasa atau serasehan yang menghadikan pembicara tingkat internasional.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular