Bupati Bangli I Made Gianyar menyebut pelajaran mengarang yang diajarkan kepada anak di sekolah kurang tepat untuk pendidikan karakter anak
Bupati Bangli I Made Gianyar menyebut pelajaran mengarang yang diajarkan kepada anak di sekolah kurang tepat untuk pendidikan karakter anak
sewa motor matic murah dibali

BANGLI, balipuspanews.com – Bupati Bangli I Made Gianyar menyebut pelajaran mengarang yang diajarkan kepada anak di sekolah kurang tepat untuk pendidikan karakter anak. Menurut Bupati Made Gianyar, dengan terbiasa mengarang, bisa membuat anak belajar tidak jujur dan bisa terbawa saat ia dewasa. Sehingga ia berpendapat, pelajaran mengarang kurang tepat lagi diajarkan disekolah.

Hal ini disampaikan Bupati Made Gianyar saat membuka pelatihan jurnalistik aparatur desa tahun 2019 di Kabupaten Bangli, di Gedung Diklat RSJ Provinsi Bali, Kamis (12/9).

Lebih lanjut Bupati Made Gianyar menegaskan, pelajaran mengarang itu tidak bagus, karena mengarang itu berarti ketidak benaran. Ia berpendapat, pelajaran mengarang lebih baik diganti menjadi pelajaran menulis.

Menurutnya, banyak contoh pelajaran menulis yang bisa diajarkan kepada anak, baik menulis berita, menulis artikel maupun menulis karya tulis ilmiah.

“Secara pribadi, saya berpendapat pelajaran mengarang kurang tepat dan lebih baik diganti dengan pelajaran menulis. Karena menulis itu fakta dan ilmiah. Berbenda dengan mengarang yang indentik dengan cerita fiktif, “terangnya.

Terkait dengan pelaksanaan pelatihan jurnalistik bagi aparatur desa, ia mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengatakan, dizaman modern seperti sekarang ini, keberadaan media sangatlah vital, sehingga informasi itu sudah tanpa batas, karena bisa diakses dimana saja termasuk desa. Dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi, berita-berita sangat cepat tersebar, baik berita yang positif maupun negatif, termasuk berita bohong (hoax).

Melalui pelatihan jurnalistik ini, Bupati Made Gianyar berharap setelah memiliki pengetahuan tentang kode etik jurnalistik serta teknik penulisan berita yang benar, peserta bisa mengelola informasi di desa dengan baik, untuk membangun citra positif bagi pemerintahan desa, serta mampu memilah dan meluruskan berita hoax atau berita tidak benar.

“Saya sangat mengapresiasi pelatihan jurnalistik ini. Melalui pelatihan ini, saya ingin peserta bisa menulis dengan baik dan benar sesuai dengan kode etik jurnalistik. Sehingga informasi yang disampaikan bisa sesuai dengan keinginan yang ingin disampaikan. Selain itu, dengan pengetahuan jurnalistik, apratur desa bisa menginformasikan pembangunan di desa, sehingga bisa diketahui seluruh dunia. Selain itu, yang tidak kalah penting, semua informasi yang ada di desa bisa terkelola dengan baik untuk kemajuan desa”harapnya.

Sementara itu panitia penyelenggara Gede Suyadnyana dalam laporannya menyampaikan, tujuan dari pelatihan jurnalistik ini adalah untuk memberikan pengetahuan khususnya dunia jurnalistik kepada aparatur desa mengenai berita, foto dan video.

Jelas dia, peserta dalam pelatihan ini berjumlah 68 orang dari perwakilan desa se-Kabupaten Bangli.

Ia mengatakan, pelatihan jurnalistik ini akan berlangsung selama tujuh hari, yakni dari tanggal 12 sampai dengan 18 September 2019. Ada tiga materi yang berikan kepada peserta, yakni Menulis Berita Untuk Website Desa dengan narasumber I Made Sujaya, Video Creative Berbasis Android dan Narasi Video oleh Bram Wijaya dan Pengambilan Video Berita oleh Made Jaya Kusuma. Setelah pembekalan materi, sambung dia, peserta pelatihan juga akan diajak study lapangan ke Jogjakarta. (Rls/bpn/tim)