Jumat, Februari 23, 2024
BerandaBulelengBuleleng Dikepung Bencana, Masyarakat Diminta Waspada

Buleleng Dikepung Bencana, Masyarakat Diminta Waspada

BUSUNGBIU, balipuspanews.com — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Buleleng beberapa hari belakangan ini menimbulkan bencana longsor dan banjir di sejumlah wilayah.

Enam rumah di Dusun/Desa Subuk, Kecamatan Busungbiu, Buleleng pun tak luput terdampak akibat bencana tersebut.

Seperti yang dialami warga bernama Gede Pasek (40). Rumahnya rusak parah setelah dihantam material senderan ruas jalan Seririt-Pupuan setinggi 4 meter yang amblas. Akibatnya, Pasek pun menderita kerugian hingga Rp 100 juta. Bencana itu terjadi saat hujan mengguyur wilayah Kecamatan Busungbiu, Buleleng pada Sabtu (23/3) malam.

Pasek menceritakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu malam, sekira pukul 21.00 Wita.

Kala itu dirinya memang tidak ada di rumah Subuk, lantaran sedang berada di Denpasar untuk bekerja. Namun, sekira pukul 21.00 Wita, dirinya dihubungi oleh keponakannya di Subuk, yang mengabarkan jika rumahnya beserta Sanggah rusak akibat tertimbun longsoran senderan.

Mendengar kabar itu, keesokan harinya pada Minggu (24/3) pagi dirinya langsung pulang ke Subuk. Benar saja, rumahnya sebelah barat yang berdekatan dengan senderan jalan rusak berat akibat tertimbun longsoran material.

BACA :  Desa Adat Sanur dan Intaran Terima Barang Milik Negara

“Biasanya malam minggu saya pulang kampung. Kalau seandainya saya pulang, pasti jadi korban. Karena kamarnya tertimbun material. Semua barang yang di kamar itu pecah. Lemari kacanya pecah, kulkas, ranjang rusak,” ujar Pasek, Minggu (24/3).

Bukan hanya rumah, tembok penyengker Sanggahnya juga tidak luput dari terjangan longsor. ia pun tak menampik jika senderan setinggi 4 meter itu kondisinya sudah tua.

Selain Pasek, rumah milik Ketut Sulatra (65) juga tak luput dari terjangan longsor. Pasalnya rumahnya memang berdekatan dengan tebing setinggi sekitar 50 meter. Tak pelak, hujan yang deras diduga menjadi pemicu longsornya tebing yang kini dimanfaatkan sebagai kebun tersebut.

“Hujannya memang deras sekitar jam 23.00 Wita malam. Tiba-tiba rumahnya diterjang air bercampur tanah. Ini sudah ketiga kalinya terkena longsor. Sekarang terpaksa ngungsi di rumah saudara dulu,” ujarnya sembari membersihkan lumpur.

Perbekel Subuk Ketut Suliada Kusana mengatakan akibat hujan deras terjadi sejak pukul 19.00 Wita malam, enam rumah di Dusun Subuk yang terdampak. Selain itu kondisi ruas jalan Seririt-Pupuan yang posisinya di depan Kantor Perbekel Subuk juga tidak luput dari terjangan banjir bandang yang berisi lumpur dan kayu.

BACA :  Wawali Arya Wibawa Hadiri Pisah Sambut Kajati Bali

Mengatasi kondisi itu, satu unit mobil tangki dari Dinas PUPR Buleleng  diturunkan pada Minggu (24/3) untuk membersihkan lumpur yang menutupi ruas jalan sepanjang 800 meter.

“Kami sudah meminta bantuan mobil tangki untuk membersihkan jalan, biar tidak licin,” singkat Perbekel Suliada.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana menjelaskan, hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Buleleng menimbulkan bencana longsor dan banjir bandang di sejumlah kecamatan.

Tak hanya Busungbiu, bencana banjir bandang dan longsor juga terjadi di wilayah Kecamatan Banjar, tepatnya Desa Sidatapa, Banyuseri. Sedangkan yang terparah ada di wilayah Kecamatanm Gerokgak, akibat diterjang banjir bandang oleh luapan sungai Banyusaras.

“Di sepanjang sungai Banyusaras ada 5 ekor sapi dan 500 itik milik warga hanyut. Begitu pula ada satu unit sepeda motor yang hanyut. Kami masih asesmen dan pendataan,” ujar Suadnyana.

Imbuh Suadnyana, dari peringatan dini BMKG, sejumlah bencana terjadi akibat topan yang berhembus dari Benua Australia. Bahkan kini topan itu berada di seputaran Laut Selatan Jawa dan Laut Selatan Bali. Pihaknya pun menghimbau masyarakat Buleleng untuk tetap waspada.

BACA :  Jadi Tuan Rumah Forum Nasional, Wabub Suiasa Berharap Badung Mendapat Dampak Produktif Pengelolaan Pajak

“Topannya kini ada di wilayah Laut Selatan Bali dan Laut Selatan Jawa sudah sejak tiga hari. kami berharap masyarakat tetap waspada. Jika hujan kami himbau agar berteduh di bangunan yang kokoh, jangan di bawah pohon,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular