Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Komang (Endek Biru).
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng akan menurunkan ratusan seniman terbaiknya, untuk memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang diselenggarakan mulai Sabtu (14/6) di Denpasar. Sejumlah persiapan pun telah matang dilakukan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng Gede Komang.

Kadis Gede Komang mengatakan, ratusan seniman dari berbagai sanggar/sekaa di Buleleng itu nantinya akan mengikuti 16 item kegiatan di PKB. Salah satunya gong kebyar, kecak bercerita layon sari, joged, lomba busana dan wayang wong.

“Ada 16 item kegiatan yang akan diikuti. Kami hampir setiap hari, dari pagi sampai sore ngurusin agar PKB ini sukses. Kami selalu cek and ricek kesiapan dari masing-masing sekaa atau sanggar yang akan tampil,” kata Kadis Gede Komang, Sabtu (15/6).

Nah, terkait uang saku yang diberikan untuk masing-masing sanggar atau sekaa yang tampil di PKB, sebut dia akan segera dicairkan pada Rabu pekan depan. Dimana, nilai yang diterima berbeda-beda, tergantung banyak sedikitnya jumlah peserta dan sasarannya. Seperti parade, diakui Gede Komang anggaran yang diberikan cukup besar, yakni sekitar Rp 175 juta. Sementara yang paling kecil, Rp 35 juta untuk kesenian Wayany Wong.

Jika ditotalkan, uang saku yang akan diberikan kepada para seniman yang pentas saat PKB sebesar Rp 990 juta, yang bersumber dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. Disinggung terkait alasan uang saku baru dapat dicarikan pada Rabu pekan depan, Gede Komang mengatakan, sebab pihaknya masih menunggu tanda-tangan dari Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. Namun demikian, Gede Komang menegaskan seluruh seniman pasti mebekel (punya uang saku).

“Yang akan ke PKB besok (Sabtu) dan lusa (Minggu) sudah cair. Sedangkan untuk berikutnya sedang diproses. Mudah-mudan Senin, Bupati sudah tanda tangan apa yang kami ajukan. Sehingga Selasa atau Rabu sudah dicairkan ke masing-masing kontingen atau peserya yang ikut PKB. Tidak ada masalah terkait anggaran. Semua seniman pasti mebekel,” ungkapnya.

Imbuh Gede Komang, terkait PKB kali ini,
ada empat kesenian yang tidak dapat ditampilkan. Salah satunya rekontruksi Arja, tidak diikutkan lantaran di Buleleng sendiri materi yang dimiliki masih sangat minim. Selain itu, anggaran pemerintah daerah diakui mantan Kepala Dinas Sosial ini sangat terbatas. Sehingga kegiatan yang dapat diikuti hanya sebanyak 16 item.

“Kedepan perlu kami identifikasi dimana ada kelompok Arja yang bisa kami kembangkan. Ini juga perlu jadi pemikiran kita semua, sehingga item-item yang disodorkan oleh panitia Provinsi paling tidak bisa kami ambil 80 persen dari target yang diberikan provinsi,” tandasnya.