Buleleng Zona Orange, Pembelajaran Daring Dan Jarak Jauh Masih Jadi Pilihan

Made Astika, S.Pd, MM Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng
Made Astika, S.Pd, MM Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Pembelajaran daring dan jarak jauh masih akan diterapkan di Kabupaten Buleleng. Hal ini disebabkan karena status kabupaten ini masih dalam Zona Orange

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Made Astika, S.Pd, MM mengungkapkan bahwa sampai saat ini pihaknya tetap mengupayakan pembelajaran daring ditambah dengan pembelajaran jarak jauh.

Sampai saat ini pihaknya masih menyesuaikan arahan dari empat kementerian pada tanggal (7/8/2020) bahwa sudah dilakukan penyesuaian pembelajaran

“Jadi ini berbeda, daring dilakukan melalui sarana media akan tetapi pembelajaran jarak jauh guru yang datang sebagian ke masing masing rumah siswa atau dikumpulkan muridnya tapi sesuai protokol,” ungkapnya Kamis (13/8/2020)

Astika menambahkan bahwa diketentuan SKD empat mentri itu 50 persennya artinya dibelah dua ataupun di shif tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan jadi tidak boleh lebih daripada 20 siswa dengan data data total periksa yang telah disiapkan oleh sekolah.

Jadi posisi zona hijau dan zona kuning tentu setelah pihaknga melihat untuk zona Buleleng yang saat ini memang berstatus zona orange jadinya pihaknya masih menunda proses pembelajaran yang rencananya tatap muka baik itu menggunakan shif ataupun membagi dua

“Nah mengingat zonanya masih tetap dikondisi sedang pembelajaran di Buleleng tetap dlakukan melalui proses daring dan dibeberapa titik dilakukan pembelajaran jarak jauh atau secara manualnya dengan memberikan tugas tugas,” imbuhnya

Tak hanya itu diera covid ini setelah SKD empat mentri itu telah diturunkan, ada kurikulum darurat covid yang tetap mengacu pada kurikulum nasional yang berlaku hanya saja ada terdapat pengurangan pengurangan kompetensi dasar yang disampaikan kepada peserta didik.

Tentu ini hal baru dikembangkan dari penggabungan antara beberapa KD yang dapat dilaksanakan dalam proses pembelajaran

“Sampai dengan 4 persyaratan terpenuhi utamanya syarat yang pertama dan utama sepanjang itu zonanya tidak beresiko kita laksanakan,” tutupnya

Penulis : Nyoman Darma