SINGARAJA, balipuspanews.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng kembali memfasilitasi masyarakat Buleleng berupa transportasi gratis. Dari penyelenggaraan Bulfest sebelumnya, transportasi gratis ini dibiayai oleh pihak ketiga, namun kali ini sebanyak 38 Angkutan Kota (Angkot) disiapkan dengan pendanaan yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dishub Buleleng.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, SE., M.Si saat ditemui usai memimpin rapat yang diikuti oleh seluruh sopir angkot yang telah melengkapi persyaratan yang ditetapkan, bertempat di Kantor Dishub Buleleng, Senin (5/8).

Kadishub Gunawan menegaskan  yang membedakan disini adalah masalah pembiayaannya saja. Jika sebelumnya biaya transportasi ini berasal dari pihak ketiga atau sponsor, kali ini seluruh biayanya berasal dari APBD Kabupaten Buleleng. Angkot gratis dimulai dari tanggal 6-10 Agustus 2019 selama berlangsungnya Bulfest yang menempati 3 titik kumpul diantaranya Terminal Sangket, Terminal Penarukan, serta Terminal Banyuasri yang pada kali ini dipusatkan di Lapangan Futsal Mix Max Banyuasri.

“Kami pusatkan di 3 terminal tersebut untuk menuju tempat pelaksaan Bulfest yaitu disekitaran Tugu Singa Ambara Raja,” kata Kadia Gunawan.

Imbuh dia, anggaran yang diberikan kepada tiap-tiap angkot sebesar 500 ribu rupiah. Sopir angkot yang lolos verifikasi adalah sopir yang melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan yaitu memliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK, serta KIR yang masih berlaku. Jumlah angkot kemungkinan akan bertambah, karena Dishub masih membuka pendaftaran hingga tanggal 5 Agustus, dan saat ini yang telah diverifikasi berjumlah 38 unit angkot.

“Kapasitas penumpang di tiap-tiap angkot kurang lebih menampung 8-10 orang, khusus untuk mengantarkan penumpang yang ingin berkunjung ke Bulfest,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu sopir angkot yang berhasil mendapatkan Juara I Abdi Yasa Teladan Tingkat Provinsi, berasal dari Lingkungan Lingga Kelurahan Banyuasri, Made Suartada mengungkapkan adanya fasilitas angkot gratis yang disediakan oleh Pemkab Buleleng ini sangat membantu para sopir angkot yang terpilih dalam ajang ini untuk mendapatkan pengalaman dalam melayani masyarakat serta menambah pemasukan sebagai sopir. Mengingat saat ini, penumpang angkot di Buleleng semakin berkurang, karena masyarakat sebagian besar sudah memiliki kendaraan pribadi.

“Program ini sangat membantu kami para sopir angkot untuk menunjukkan kepada masyarakat, kalau naik angkot itu bisa mengurangi kemacetan, serta saya berharap agar teman-teman sopir yang lain dapat mengikuti aturan lalu lintas, disiplin, tidak arogan di jalan demi kenyamanan penumpang serta pengguna jalan lainnya,” singkatnya.