Bumikan Ideologi Pancasila, UNR Pertama Jadi Pusat Studi Pancasila di Bali

Rektor UNR Ni Putu Tirka Widanti (tengah) foto bersama Pengurus Pusat Studi Pancasila usai dilantik
Rektor UNR Ni Putu Tirka Widanti (tengah) foto bersama Pengurus Pusat Studi Pancasila usai dilantik

DENPASAR, balipuspanews.com – Universitas Ngurah Rai (UNR) Denpasar merupakan perguruan tinggi pertama yang memiliki Pusat Studi Pancasila (PSP) di Bali. Peresmian sekretariat dan pelantikan struktur organisasi bertujuan untuk membumikan Pancasila di pualau Dewata Bali.

Dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan melibatkan peserta yang sangat terbatas. Pelantikan dilakukan di Aula Serbaguna kampus UNR Jalan Padma, Penatih, Denpasar Timur, Sabtu (10/10).

Selain pelantikan, acara juga juga dibalut dengan Seminar Nasional yang tidak kalah menarik yaitu bertajuk “Refleksi Hari Kesaktian Pancasila” yang menghadirkan pembicara Sekertaris Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tanaya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Ketua PSP Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Agus Wahyudi, PhD., secara virtual.

Rektor UNR Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum., usai melantik struktur organisasi PSP UNR, menerangkan, ihwal berdirinya PSP di ‘Kampus Perjuangan’ berawal dari studi banding ke kampus UGM Yogyakarta yang dikenal sejak dulu telah memiliki PSP.

Lanjut Tirka, Pimpinan UNR sangat tertarik mendirikan PSP untuk lebih membumikan lagi ideologi Pancasila di Pulau Dewata, terlebih UNR adalah perguruan tinggi yang mengusung semangat nasionalisme Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, dan merupakan salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Bali, sehingga UNR harus mampu menjadi contoh bagi kampus-kampus lain.

“Sebenarnya nilai-nilai Pancasila sudah kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, namun kadang kita belum sadari. Setelah berdirinya PSP ini, kami ingin membumikan lagi Pancasila di Bali yang notabene destinasi pariwisata dunia. Dari sisi materi perkuliahan Pancasila, juga kami kemas lebih kekinian, misalnya memadukan dengan teknologi untuk merangsang semangat mahasiswa,” jelas Rektor perempuan pertama di UNR tersebut.

Lebih lanjut, Tirka mengaku segera menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan BPIP di Jakarta.

“Kami sudah siapkan draft MoU-nya. Pandemi Covid-19 tidak menjadi hambatan bagi kami, karena ada alternatif dengan memanfaatkan teknologi,” pungkas Tirka, sembari mengatakan PSP punya peran strategis mendongkrak akreditasi institusi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PSP UNR I Komang Sumerta, SE., MM., mengaku siap membumikan Pancasila melalui kolaborasi dengan program pemerintah serta PSP UGM. Sebagai lembaga baru, ia menyadari banyak terdapat kekurangan yang perlu disempurnakan. Karenanya, ia dan pengurus lain segera merancang program kerja.

“Seperti yang ibu rektor sampaikan, langkah awal kami adalah membangun MoU dengan BPIP dan bersinergi lebih intens lagi dengan ‘kilbat’ kami, UGM Yogyakarta,” terang Sumerta yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNR ini.

Disebut Sumerta, langkah konkret saat ini yaitu jajaran PSP UNR akan turut menjadi agen pemerintah dalam menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan Covid-19.

Seperti diketahui memimpin pucuk jabatan Ketua PSP UNR, I Komang Sumerta, SE., MM., didampingi Sekertaris Ni Luh Putu Henry Kusuma Dewi, SH., MH., Bendahara Ni Made Anggia Paramesthi Fajar, SH., MH. Untuk anggota terdiri dari, I Wayan Arya Sugiarta, S.Pd., MAP., I Gusti Putu Agung Widya Goca, SE., MM., Ni Putu Wiyarningsih, S.Pd., M.Pd., dan Made Ayu Desy Geriadi, SMB., MM.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka