Pembacaan puisi di Banjar Tegak, Klungkung
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Klungkung, balipuspanews.com –  Sambutan penuh keakraban terpancar ketika Ny Putri Suastini Koster menghadiri acara pelatihan tari rejang dan tata rias perempuan Sarinah di Banjar/Desa Tegak, Kecamatan Klungkung, Minggu (15/4).

Ketika didaulat membacakan puisi, istri dari Calon Gubernur Bali Wayan Koster ini pun dengan penuh penghayatan, lantas membacakan puisi bertajuk ‘Sampian Emas’.

Selanjutnya, di hadapan ibu-ibu PKK dari Desa Akah, Tegak dan Selat ini, Ny Putri Suastini Koster yang akrab dipanggil Bunda Putri ini memberi motivasi bagi ibu-ibu agar bangga menjadi perempuan Bali dan Indonesia.

Berkat perempuan, lanjutnya, maka tercapai kejayaan dan kesejahteraan, dengan berbagai kiprah perempuan belakangan ini. Meski demikian, tugas utama sebagai perempuan ialah sebagai ibu rumah tangga, baru berlanjut dapat berkiprah pada aktivitas PKK atau berkarir pada bidang pekerjaan yang dipilih.

“Maka terkait peran ibu-ibu yang makin meningkat, diharapkan membuat ibu-ibu dapat lebih teliti dalam memilih pemimpin. Saya sebagai pendamping Bapak Koster, dengan kemampuan saya saya seniman tentu ingin menjadi penyeimbang. Politik dipadu seni, membuat suasana tidak gaduh. Agar dalam berpolitik, terlaksanakan seni untuk mensejahterakan masyarakat,” ujar wanita kelahiran Denpasar ini.

Ny Putri Suastini Koster menegaskan, bahwa majunya Wayan Koster ke Pilgub Bali, bukan bertujuan utama untuk  meraih kekuasaaan. Melainkan agar dapat ngayah lahir batin, serta meningkatkan kemajuan masyarakat melalui  realisasi visi dan misi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

“Nanti saya siap sering ke Tegak. Dan semoga dapat terwujud nanti sekaa gong perempuan di sini, kita bangkitkan kesenian tradisional bersama-sama. Jadi  mohon doa dan dukungan, semoga Koster-Ace dan paket Bagia dapat menang pada Pilkada Juni nanti,” katanya, yang disambut tepuk tangan dan salam  satu jalur dari ibu-ibu PKK.

Usai pelatihan rias wajah yang dipandu Ni Made Rahayuni, maka dilanjutkan dengan pelatihan rejang. Kebersamaan yang harmonis tercipta, ketika Ny Putri Suastini Koster bersama ibu-ibu kemudian menari bersama- sama.

Kegiatan ini kian meriah, ketika acara dilanjutkan dengan “ngejuk kucit” atau menangkap babi, yang dulu merupakan simbol menabung bagi ibu-ibu. Sontak ibu-ibu berebutan dengan gembira memperebutkan babi, yang dikomandoi Ny Suastini Koster. (Vivi)

Tinggalkan Komentar...