Perbekel Celukan Bawang, Muhammad Ashari. (Ist)
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Perbekel Celukan Bawang, Muhammad Ashari kembali diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Buleleng, dan belum dilakukan penahanan meski telah menyandang status sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi sejak Januari lalu. Perbekel Ashari pun masih dapat melenggang bebas.

Nah, pada Selasa (18/6), Ashari kembali diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Buleleng, dan belum dilakukan penahanan.

Ashari bersama kuasa hukumnya mendatangi kantor Kejaksaan sekira pukul 14.00 wita. Pemeriksaan dilakukan selama kurang lebih dua jam, di ruang Kasi Pidsus. Sekira pukul 16.00 wita, Ashari pun bergegas meninggalkan kantor Kejaksaan, dan enggan memberikan keterangan kepada awak media.

Sementara kuasa hukumnya, I Putu Arta mengaku, selama proses pemeriksaan, kliennya itu dicecar delapan pertanyaan. Ashari pun sebut Arta, hanya memberikan keterangan-keterangan tambahan, seputar pembangunan Kantor Desa Celukan Bawang. Selain itu, Ashari juga mengajukan dua saksi tambahan, sebagai upaya untuk meringankan kasus dugaan korupsi yang menimpanya.

“Dalam hal penganggaran pembangunan ada miss sedikit. Kami juga akan ajukan saksi untuk meringankan,” singkatnya sembari meninggalkan kantor Kejaksaan.

Kasi Pidsus Kejari Buleleng, Wayan Genip mengatakan, Perbekel Ashari dipanggil ke kantor kejaksaan untuk dimintai keterangan tambahan oleh tim dari penyidik, sebagai upaya untuk melengkapi berkas perkara.

“Keterangan sebelumnya akan dikaitkan dengan keterangan-keterangan sebelumnya, serta keterangan dari saksi-saksi sebelumnya. Yang bersangkutan juga rencananya akan mengajukan dua saksi yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan itu memang haknya,” jelasnya.

Jumlah saksi yang diperiksa sejauh ini diakui genip sudah berjumlah 11 orang, diluar dari saksi yang akan diajukan oleh Ashari nanti. 11 saksi yang diperiksa itu untuk mengungkapkan atau membuktikan jika Ashari telah melakukan tindakan korupsi atas pembanguan kantor Desa Celukan Bawang. Namun Genip enggan membeberkan terkait keterangan apa saja yang diberikan oleh para saksi kepada pihak penyidik.

“Materi pemeriksana belum bisa dijelaskan. Intinya saksi-saksi itu untuk menjelaska  proses dari pencarian dana dari pemberi dana, pelaksanaan pembangunan sehingga pembayaran kepada pelaksana pembangunan. Keterangan yang tadi diminta juga seputaran pembangunan dan pembayaran, karena menurut tim penyidik masih ada yang perlu dilengkapi,” ungkapnya.

Genip pun tidak memungkiri, hasil audit sudah diterima oleh pihaknya. Hasilnya, tercatat kerugian negara atas dugaan korupsi pembangunan kantor Desa Celukan Bawang yang dilakukan oleh Ashari sebesar Rp 194 juta. Kendati demikian, upaya penahanan belum dapat dilakukan.

“Tadi meminta keterangan tambahan saya rasa sudah cukup. Jadi kami saat ini sedang mempersiapkan untuk pemberkasan, sehingga bisa diserahkan ke penuntut umum. Upaya penahanan memang belum dilakukan, nanti kami lihat perkembangannya. Kami akan segera menyelesaikan perkara ini secepatnya,” tutupnya.