Perbekel Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Muhammad Ashari akhirnya resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Perbekel Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Muhammad Ashari akhirnya resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, pada Kamis (29/8) siang. Ashari ditahan setelah tiga kali menjalani pemeriksaan jaksa, atas kasud dugaan korupsi dana tukar guling lahan Kantor Desa Celukan Bawang dengan PT. General Energy Bali (GEB) pemilik PLTU Celukan Bawang, sebesar Rp1,2 miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng, Wayan Genip mengatakan, Ashari telah dilakukan penahanan. Saat ini proses hukum yang dijalani tersangka Ashari memasuki tahap penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada penuntut umum.

“Penuntut umum memutuskan menahan tersangka selama 20 hari kedapan,” kata Genip.

Dijelaskan Genip, setelah proses ini selesai selanjutnya akan dilakukan pelimpahan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar untuk menjalani porses persidangan.

“Perkara yang menjerat tersangka yakni korupsi pembangunan kantor desa Celukan Bawang dan melanggar pasal 2 jo 18 Undang-undang Tipikor serta pasal 55 jo pasal 64 KUHP dan subsider pasal 3, ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun tanpa melakukan tebang pilih,” ungkap Genip.

Kasus korupsi yang menjerat Ashari ini berawal dari adanya temuan selisih dana tukar guling kantor Desa Celukan Bawang. Selisih angka itu ada pada anggaran yang dibayarkan dengan bangunan fisik yang terpasang dan itu yang dihitung sebagai kerugian keuangan Negara.

“Ada selisih antara bangunan fisik dan anggaran yang dibayarkan dan disitu terbukti adanya kerugian Negara,” imbuhnya.

Meski telah resmi menahan tersangka Ashari, Kejari Buleleng juga masih akan melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi pembangunan kantor desa. Keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, masih akan dilakukan penelusuran sejauh mana keterlibatannya

“Kami masih akan mengembangkan keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi yang menimbulkan kerugian sekitar Rp194 juta. Jika memang ada kemungkinan pihak lain untuk diminta pertanggungjawaban secara hukum dengan bukti tentu akan ditindaklanjuti.Dalam menangani kasus korupsi ini kami tidak mau ada kesan tebang pilih,” pungkasnya.

Sebelumnya Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Buleleng atas kasus dugaan korupsi tukar guling kantor desa dengan PT. GEB selaku pemilik PLTU Celukan Bawang. Hanya saja saat itu, penahanan Ashari belum dapat dilakukan karena masih proses pemeriksaan dan pengumpulan bukti-bukti.

Untuk diketahui, Ashari yang notabene Perbekel Desa Celukan Bawang kembali mencalonkan diri sebagai Perbekel desa pada pemilihan Perbekel (Pilkel) pada Oktober 2019 mendatang. Namun nasib justru berkata lain, Kejari Buleleng kini telah melakukan penahanan terhadap Ashari atas kasus dugaan korupsi.