Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — berdasarkan hasil penyelidikan polisi, LC dinilai tidak melakukan perusakan pelinggih. Hal tersebut disampaikan Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/10) siang.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasubbag Sumarjaya menjelaskan, LC merobohkan pelinggih penunggun karang dengan cara ditendang memakai kaki kanan lantaran ingin menggantinya dengan model yang lebih bagus.

“Tidak ada niat terlapor (LC) untuk melakukan perusakan secara masif. Jadi yang dilakukan itu adalah merobohkan bekas tempat pelinggih itu untuk diperbaiki lebih bagus. Pelinggih itu kan sudah langsung diperbaiki pada Rabu (16/10), menjadi lebih bagus. Jadi bukan dirusak, tapi dirobohkan dengan menggunakan kaki. Itu bekas pelinggih, dan kemungkinan sudah tidak pakai lagi,” ungkap Iptu Sumarjaya.

Apakah artinya kasus ini dinilai tidak memenuhi unsur tindak pidana? 

“Sementara masih dikembangkan tetap oleh Unit Reskrim. Masih dicari apakah ada peristiwa pidana atau tidak,” terangnya.

Kini, sebut Iptu Sumarjaya ada empat (4) orang saksi yang sudah dimintai keterangannya. Mereka yakni, Ni Luh Sukerasih sebagai pengadu, LC sebagai teradu, serta dua saksi lain yang merupakan warga di sekitar lokasi kejadian. 

Terpisah, Ni Luh Sukerasih (44) saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku tidak terima atas hasil penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian tersebut.

Sukerasih menegaskan, jika pelinggih penunggun karang yang dirobohkan oleh LC itu bukan lah pelinggih bekas kareba detiap hari raya, Sukerasih rutin melakukan persembahyangan di pelinggih tersebut.

“Purnama kemarin (13/10) saya sembahyang kok di pelinggih itu. Dipuput oleh ipar saya. Kok dibilang itu bekas pelinggih. Itu tempat pemujaan saya dari dulu. Saya tidak terima itu dibilang bekas pelinggih. Itu rekayasa, terlalu mengada-ada,” tegasnya. 

Selain melaporkan kasus ini ke polisi, Sukerasih juga mengaku sudah melaporkan tindakan yang dilakukan oleh mantan suaminya itu ke Perbekel Desa Kalibukbuk, serta Anggota DPD RI, I Gusti Arya Wedakarna. 

“Saya sudah berikan surat laporan ke Perbekel, katanya akan segera ditindaklanjuti,” tutupnya.