Pemeriksaan saksi kasus penganiayaan di Satreskrim Polres Klungkung
Pemeriksaan saksi kasus penganiayaan di Satreskrim Polres Klungkung
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

SEMARAPURA, balipuspanews.com- Kasus adanya laporan Ni Komang Putri ,siswa SMA Pariwisata Saraswati KLungkung yang mengaku dianiaya Kepsek SMA Pariwisata Saraswati Klungkung Gusti Made Subrata terus bergulir . Padahal sebelumnya setelah dilaporkan oleh Orang tua Putri,pihak sekolah Kepsek dan Dewan Guru sempat mendatangi kediaman Putri di Banjar Tojan Kaler ,Tojan,KLungkung untuk upaya klarifikasi dan mediasi dari pihak sekolah. Namun rupanya pihak keluarga Putri menolak niat tulus dari sekolah terkait peristiwa yang dialami Putri yang mengaku dianiaya oleh Kepsek sekolahnya.

Karena tidak ada titik temu pihak Satreskrim Polres Klungkung pun terus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa guru di SMA Saraswati, terkait kasus dugaan penganiayaan yang dialami seorang siswi Ni Komang Putri oleh kepala sekolahnya, Selasa (14/5)lalu.

Kasat Reskim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan ditemui menjelaskan, bahwa pihaknya Selasa (14/5) mengagendakan pemeriksaan terhadap dua guru yaitu Wayan Aristana dan I Gusti Ngurah Oka Sanjaya, termasuk kepala sekolah I Gusti Made Subrada sebagai terlapor.

” Hingga siang ini, baru satu guru kami periksa. Rencananya hari ini juga periksa kepala sekolah selaku terlaporm semoga bisa hadir, karena katanya ada kesibukan di sekolah,” ujar Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, Selasa (14/5)

Dua orang oknum guru Wayan Aristana dan Gusti Ngurah Oka tampak diperiksa diruang penyidik. Keduanya diketahui berada di lokasi ketika kejadian dugaan kekerasan fisik tersebut terjadi dihalaman sekolah SMA Pariwisata Saraswati,Klungkung.” Guru yang kami periksa ini, yang sempat adu mulut dengan pelapor (Komang Putri),” terang Kasat Reskrim AKP Mirza Gunawan.

Selain itu, Kepolisian juga telah memohon untuk mengambil hasil visum, sembari terus menambah keterangan saksi saksi lainnya dilingkungan Sekolah SMA Pariwisata Saraswati maupun pihak keluarga Puri sendiri utamanya pelapor yang juga ayahnya.” Kami sudah mengajukan untuk mengambil hasil visum, semoga segera keluar,” beber AKP Mirza Gunawan memastikan kelanjutan kasus tersebut hingga tuntas.

Namun beberapa kalangan pendidik yang namanya tidak ingin dimuat menyatakan rasa prihatinnya. Mereka bisa memaklumi laporan siswa jika benar benar terjadi penganiayaan terhadap siswa tersebut. Namun jika kejadian yang sesungguhnya hanya sebatas teguran disertai penekanan kepala serta dorongan agar masuk keruang kantor sialnya terjadi benturan,tentu saja hal itu disayangkan akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan kedepannya. “ Kita kawatir jika sedikit ada hukuman kepada siswa lalu orang tua siswa melaporkan kasusnya ,ini jelas sangat memprihatinkan,”terang salah seorang pendidik yang ditemui.(Roni/bpn/tim)

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...