Buntut Pengerjaan Patung Bung Karno Molor, Rekanan Terancam di Blacklist

419
Pengerjaan Patung Bung Karno oleh rekanan PT. Chandra Dwipa. (Photo Istimewa)

SINGARAJA, balipuspanews.com — Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng merekomendasikan Dinas Perkimta Buleleng untuk memutus kontrak kerja dengan PT. Chandra Dwipa lantaran molornya pengerjaan proyek RTH Bung Karno tahap ke III.

 

Tak hanya itu, TP4D juga merekomendasikan sanksi blacklist kepada rekanan tersebut.

 

Ketua TP4D Kejari Buleleng yang juga Kasi Intel Kejari Buleleng, M. Nur Eka Firdaus mengatakan, sesuai tupoksi TP4D telah melakukan pengawalan terhadap proyek RTH Taman Bung Karno Tahap III. Hanya saja hingga batas akhir 50 hari kalender penyelesaian pekerjaan, pihak rekanan ternyata ridak mampu menyelesaikan proyek.

 

“TP4D akan merekomendasikan kepada Disperkimta Buleleng untuk memutus kontrak dengan rekanan PT. Chandra Dwipa. Kami meminta Dinas Perkimta melakukan penghitungan ulang progres phisik pekerjaan riil dilapangan. Terkait sankai blacklist terhadap rekanan, juga kami rekomendasikan,” kata Firdaus belum lama ini.

 

Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Perkimta Buleleng, Nyoman Surattini menegaskan, pihaknya sudah langsung ke Yogyakarta untuk mengecek langsung pengerjaan patung Bung Karno. Dari pengecekan itu, ternyata patung tersebut baru selesai pada bagian kaki, kepala dan bagian badan bawah saja. Sedangkan, bagian badan atas dan tangannya belum selesai digarap.

 

Menurut pengakuan pengrajin yang menggarap patung itu, kemungkinan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan patung Bung Karno ini tinggal 3 minggu lagi.

 

“Ya sesuai dengan aturan saja, jika memang tidak selesai maka ada sanksinya, bisa pemutusan kontrak kerja hingga di blacklist,” tegasnya.

 

Selain patung Bung Karno yang bakal menjadi ikon RTH Bung Karno belum selesai, ternyata pengerjaan patung Singa di tengah-tengah panggung terbuka bagian belakang RTH tidak bisa selesai tepat waktu. Selanjutnya, atas keterlambatan proyek RTH Tahap III ini akan dikoordinasikan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

 

“Karena kami baru pertama menghadapi pengerjaan proyek begini, jadi langkah selanjutnya kami akan koordinasikan dengan LKPP,” pungkasnya.

 

Sekedar mengingatkan, pembangunan RTH Taman Bung Karno di wilayah Sukasada, yang difokuskan membangun patung Bung Karno dengan anggaran sebesar Rp5,49 miliar, memang sudah mengalami keterlambatan sejak 22 Desember 2018. Karena keterlambatan, Dinas Perkimta Buleleng memperpanjang waktu pengerjaan hingga 50 hari. Sehingga, batas akhirnya kini menjadi 9 Februari 2019 kemarin.

 

Meski diberikan perpanjangan waktu, rekanan tetap dikenai sanksi denda sebesar 0,1 persen dari nilai kontrak sebesar Rp5,49 miliar. Sehingga, pihak rekanan membayar per hari denda keterlambatan sebesar Rp 5,4 juta.

Loading...