Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBangliBuntut Edaran Gubernur Tentang Transportasi Udara Wajib Swab, Dua Rombongan Besar Cancel...

Buntut Edaran Gubernur Tentang Transportasi Udara Wajib Swab, Dua Rombongan Besar Cancel datang ke Toya Devasya

BANGLI, balipuspanews.com – Ketua PHRI Bangli Dr. Ketut Mardjana menilai dikeluarkannya surat edaran Gubernur Bali Nomor 2021 yang mewajibkan pelaku perjalanan memasuki Bali melalui transportasi udara untuk menunjukkan surat keterangan negatif Swab berbasis PCR tidak lain adalah untuk memberikan tingkat kepercayaan yang lebih terhadap Pulau Bali khususnya di mata wisatawan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Pemerintah sudah memberikan penjelasan bahwa keputusan ini diambil adalah untuk suatu kepentingan yang lebih, yaitu tingkat kepercayaan terhadap Bali,” kata Dr. Ketut Mardjana ketika dikonfirmasi, Jumat (18/12/2020).

Begitupun, menurut Mardjana yang juga GM Toya Devasya Hotspring Waterpak itu, apabila pemerintah gegabah di dalam mengantisipasi penyebaran corona nantinya ditakutkan tingkat kepercayaan terhadap Pulau Dewata akan menurun. Sehingga otomatis menyebabkan wisatawan mengurungkan niatnya untuk berwisata ke Bali.

“Jadi disini pemerintah berupaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang luas di Bali,” sebutnya.

Dengan dikeluarkannya surat edaran Gubernur Bali Nomor 2021, Mardjana tidak menampik bahwa banyak wisatawan yang telah melakukan cancel hotel dalam rangka perayaan Natal dan tahun baru.

BACA :  Desa Adat dan Desa Dinas di Buleleng Diberikan Penerangan Hukum

“Untuk cancel sudah pasti ada, dan di tempat saya sudah ada dua grup besar yang melakukan cancel. Belum lagi di penginapan teman-teman saya, juga banyak wisatawan yang melakukan cancel. Tapi itulah kita harus mengerti juga posisi pemerintah yang memiliki tujuan baik untuk perekonomian kita kedepan,” tegasnya.

Disinggung berapa total/jumlah hotel yang telah di cancel oleh wisatawan khususnya di Kabupaten Bangli, Mardjana menegaskan jumlahnya banyak. Namun, mantan direktur utama PT. Pos Indonesia ini tidak menjelaskan secara rinci jumlahnya.

Diketahui, surat edaran Gubernur Bali Nomor 2021 berlaku mulai tanggal 18 Desember hingga 4 Januari 2020 mendatang.

Seperti diberitakan awak media, dampak dikeluarkannya surat edaran Gubernur Bali 2021 berimbas terhadap pelaku pariwisata. Khususnya, banyak wisatawan yang memilih membatalkan/cancel hotel dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru di Bali lantaran diwajibkannya pelaku perjalanan lewat transportasi udara untuk menunjukkan surat keterangan negatif Swab berbasis PCR.

PENULIS : Komang Rizki

EDITOR : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular