Anggota DPD RI, I Gusti Arya Wedakarna (Photo Istimewa).
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Anggota DPD RI, I Gusti Arya Wedakarna angkat bicara atas perilaku seorang bule Denmark berinisial LC (52), merobohkan pelinggih penunggun karang dengan cara ditendang menggunakan kaki kanan.

Senator DPD asal Bali menyebut, melihat dari rekaman video berdurasi 36 detik itu, aksi yang dilakukan oleh bule LC itu, telah memenuhi unsur-unsur pelecehan simbol agama. Ia berharap kasus tersebut segera diproses secara hukum. 

Menurutnya, perilaku ditunjukkan oleh LC, tidak hanya menyakiti perasaan umat di Bali, melainkan seluruh umat Hindu di Indonesia.

“Tiyang selaku komite I bidang hukum DPD RI, nanti akan berkordinasi dengan institusi Polri. Semoga Polri bisa memproses kasus ini dengan seadil-adilnya,” kata Arya Wedakarna dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (18/10).

Masih kata Arya Wedakarna, pihaknya juga akan melakukan kordinasi dengan pihak imigrasi memastikan status dokumen keimigrasian. Bahkan Arya Wedakarna pun menyatakan akan mendorong pihak imigrasi melakukan tindakan tegas sesuai dengan undang-undang keimigrasian jika terbukti melanggar.

“Jadi sekarang tuntutannya dua, pertama ke ranah hukum pidana (Polri), dan memastikan dokumen keimigrasian Kitas atau visa holiday (Imigrasi). Sementara itu dulu,” ungkapnya.

Arya Wedakarna dengan tegas menyampaikan, sangat tidak patut merobohkan pelinggih menggunakan kaki, meskipun bermaksud untuk memperbaiki pelinggih merupakan pelinggihan Ida Bhatara.

“Dalam ajaran agama Hindu itu ada namanya pralina (penghancuran). Namun, proses pralina itu harus mengunakan tata-titi yang baik. Apalagi kita kan orang timur, kita orang beradab. Jadi, sangat tidak pantas, dan saya sangat tidak setuju atas perilaku bule menendang pelinggih. Kalaupun mau diperbaiki, ya harus dengan cara yang baik juga,” tegasnya.