Bupati Putu Artha melakukan penanaman pohon serangkaian bulan bhakti gotong royong. Foto Humas Jembrana For Balipuspanews.com

JEMBRANA, balipuspanews.com- Bupati Jembrana I Putu Artha menghadiri acara pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM) XVI 2019 di lapangan Yeh Embang, Mendoyo, Jumat ( 17/5/2019). Tema yang diambil dalam kegiatan kali ini adalah ” KERJA KERAS DAN GOTONG ROYONG” .

Turut hadir forum koordinasi pimpinan daerah Jembrana,sekretaris DPRD, Kapolres diwakili oleh Kapolsek Mendoyo, dan Asisten Sekda Kab. Jembrana, Ketua Tim penggerak PKK , Inspektur Kab. Jembrana, Kadis, Kabag di Lingkup Pemkab Jembrana, Camat se-Kab. Jembrana, Perbekel/Lurah Se-Kab. Jembrana beserta gabungan dari PNS, POLRI dan warga masyarakat seluruhnya berjumlah kurang lebih Ratusan orang.

sewa motor matic murah dibali

Pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM ) XVI tahun 2019 sesuai dengan Permendagri 42 tahun 2005 yang mana diamanatkan bahwa BBGRM dilaksanakan disetiap desa/kelurahan diseluruh wilayah NKRI pada bulan Mei selama sebulan penuh dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat.

Sebelum acara di mulai bupati Artha dan seluruh komponen melepas benih ikan nila yang berjumlah 25 ribu benih ikan. Selesai melepas benih ikan, Artha melanjutkan ke acara yang kedua,yang dipusatkan di bale banjar Yeh Embang untuk  meninjau imunisasi.

Dalam sambutannya Bupati  Artha menekankan,  BBGRM merupakan salah satu upaya untuk melestarikan nilai” gotong royong melalui peningkatan partisifasi masyarakat dalam pembangunan segala bidang. Diharapkan kegiatan ini tidak sebatas seremonial saja, melainkan harus diwujudkan dalam kerja nyata. Jadikan kegiatan ini sebagai aksi dan gerakan daerah untuk kebersamaan dan sinergitas program lintas sektoral maupun OPD dalam pelaksanaan pembangunan  di Kab. Jembrana.

Bahkan disebut Artha, Presiden Jokowi dalam setiap pidatonya selalu menekankan tiga masalah besar yang dihadapi oleh bangsa saat ini yaitu Narkoba, Radikalisme dan Korupsi, sehingga harus ditangani bersama dan bahu membahu dari tingkat atas sampai terbawah. Disamping itu, menyikapi situasi yang dijadikan landasan kehidupan yang adi luhung,yang dijadikan landasan hidup masyarakat Bali yang disebut “TRI HITA KARANA ” yakni 3 hal yang membuat hidup ini bahagia dan sejahtera yaitu, Perhyangan, Pawoangan dan Palemahan.

Kepada tim penggerak PKK, bupati kader PDIP itu  mengharapkan juga ikut berperan aktif menggelorakan semangat gotong royong dalam pemberdayaan keluarga untuk mewujudkan keluarga yang damai, bahagia dan sejahtera” harap Artha

Acara dilanjutkan dengan  membagikan  serifikat PTSL tahun 2019 secara simbolis kepada  I Ketut Merta punia asal Br. Yeh Embang jauh, I Made Subagia asal Br.Kedisan,desa Yeh Embang Kauh, I Putu Armadia asal Br. Bunga-bunga,desa Yeh Embang,  I Gusti Ketut Suatra, Dkk asal Br.Tegak Gede, Desa Yeh Embang Kangin. Dan dari sekian penerima secara simbolis jumlah yang di bagikan bupati Artha sebanyak 88 sertifikat, masing- masing  Desa Yehembang  Kauh 50 sertifikat, Desa Yeh Embang  30 sertifikat dan  Desa Yeh Embang Kangin 8 sertitifikat. ( nom/rls)

 

 

Tinggalkan Komentar...