Bupati Artha saat menemui panitia Pilkel Jembrana.
Bupati Artha saat menemui panitia Pilkel Jembrana.
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Pemilihan perbekel (Pilkel) serentak di 35 desa mendapat perhatian khusu dari Bupati Jembrana, I Putu Artha. Tidak ingin saat pelaksaan Pilkel yang digelar 23 September ini bermasalah, Artha, Rabu (11/9) melakukan pengecekan ke beberapa desa yang akan melaksanakan Pilkel di kecamatan Melaya.

Desa-desa yang didatangi itu diantaranya Melaya, Belimbing Sari, Eka Sari, Warna Sari, Tuwed , Candikusuma serta Tukadaya. Selain mengecek kesiapan logistik, Artha juga ingin memastikan kesiapan panitia pelaksana, khususnya pemahaman mereka akan regulasi /aturan berlaku selama Pilkel.

Pemahaman regulasi itu penting agar ada kesamaan persepsi antara seluruh pihak yang terlibat langsung saat Pilkel.

“Kita berharap seluruh tahapan berlangsung lancar. Juga saat pelaksanaan aman tidak mnjurus konflik apalagi perpecahan di desa. Meski saya yakin lancar dan damai, potensi konflik harus diwaspadai. Terutama jika berlangsung ketat dengan selisih suara tipis, “ ungkapnya.

Sehingga kata Artha panitia Pilkel perlu tegas khususnya pemahaman mereka dengan regulasi yang mengatur. Mengingat dalam pelaksanaannya, pasti akan ada sejumlah pertanyaan yang muncul.

“Sosialisasikan dengan jelas, alur dan aturan. Pahami lebih awal agar tidak timbul permasalahan kemudian hari. Berikan juga pemahaman yang sama kepada masing-masing kandidat beserta team suksesnya,” jelasnya.

Misalnya jika hasil pengutan suara, hasil pilkel disatu desa seri, panitia agar menjelaskan lebih awal mekanisme penentuan pemenangnya.

Jika hasil penghitungan suara terbanyak sama, pemenang akan ditentukan dengan jumlah TPS yang mampu dimenangi oleh kandidat tersebut.
Jika masih sama barulah pemenang ditentukan , siapa kandidat yang mampu memenangi TPS dengan jumlah pemilihan terbesar.

“Pemahaman ini perlu disosialisasikan lebih awal, guna meminimalisir konflik ,” tegasnya.

Artha juga mengingatkan semua kandidat dan tim suksesnya agar mereka mengindari penggunaan SARA saat kampanye. “ Hal itu berbahaya, jangan rusak keharmonisan masyarakat Jembrana dengan berpolitik seperti itu. Rangkul semua, dan siapapun berhak dipilih sepanjang sudah memenuhi syarat dan disahkan oleh penitia pelaksana, “ tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panita Pemilihan Perbekel desa Melaya, Wayan Wirka, menyampaikan kalau sudah melaksanakan berbagai persiapan seprti sosialisasi aturan baik kepada calon perbekel maupun kepada masyarakat. Selain itu juga akan melaksanakan kegiatan berupa adu program, visi dan misi dari masing – masing calon yang telah ditetapkan.

“Itu kami lakukan agar masyarakat bisa tahu visi dan misi dari masing – masing calon sebagai salah satu referensi masyarakat menetukan pilihannya nanti. Kami juga selalu berkordinasi dengan panitia kabupaten, termasuk dalam mencegah permasalahan serta timbulnya kesalahpahaman,” ungkapnya.

Ketua Panitia Pemilihan Tingkat Kabupaten, I Nengah Ledang menyampaikan, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan sebelumnya sudah melakukan konsultasi , meminta penjelasan akan aturan-aturan tersebut kepada Dirjen Bina Pemerintahan desa, Kemendagri.

“Kita berpatokan pada Permendagri 65 tahun 2017 tentang perubahan atas permendagri 112 tahun 2014 tentang pemilihan kepala desa. Makanya kita sudah sarankan kepada panitia desa untuk membuat TPS dengan jumlah ganjil. Nantinya juga tidak akan ada mekanisme pemungutan suara ulang,“ jelasnya.(nm/bpn/tim)