Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Jembrana Bupati Artha, Sebut Banyak Aset Belum Terselesaian

Bupati Artha, Sebut Banyak Aset Belum Terselesaian

NEGARA,balipuspanews.com – Setelah dilantik diawal bulan Juli, Selasa (7/7) kepala kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Jembrana I Made Sumadra, menemui Bupati Jembrana I Putu Artha.

Pertemuan itu digunakan oleh bupati Artha untuk menyampaikan kalau masih banyak asset pemkab yang belum diselesaikan BPN.

Pada pertemuan dengan bupati Artha didampingi Sekda I Made Sudiada, Asisten I, I Nengah Ledang, kepala Kantor BPN Negara, I Made Sumadra menyampaikan, kedatangannya merupakan langkah awal dan silahturahmi kepada bupati.

Selain itu, untuk menyerap berbagai informasi sebelum melakukan tugas-tugas kedepan.

“Ini silahturahmi biasa. Sebagai pejabat baru tentu sebelum menjalankan tugas-tugasnya di lapangan, paling tidak perkenalan diri dulu dalam menjalankan tugas dengan harapan tugas dapat maksimal dilaksanakan,” ujarnya.

Bupati I Putu Artha mengatakan sebagai pejabat baru, diharapkan dapat menjalin kerjasama dan bersinergi dalam menjalankan tugas-tugas di lapangan.

“Sebagai bupati sangat apresiasi dengan kehadiran pejabat yang baru. Tugas-tugas khususnya di bidang pertanahan sudah menunggu. Kami harapkan kerjasama dan sinergitas akan terbangun lebih baik lagi sehingga dalam penanganan tugas-tugas di lapangan segera bisa dituntaskan,” ujarnya.

Bupati artha juga memberikan masukan dan informasi, kalau sampai saat ini aset-aset pemerintah seperti keberadaan tanah mess sekolah termasuk tanah-tanah umat yang sampai saat ini masih ada yang belum terselesaikan.

“Untuk menghindari agar aset-aset pemerintah itu tidak menjadi masalah di masyarakat, pihak BPN kami harapkan untuk sesegera mungkin menyelesaikan secara hukum, termasuk kejelasan dan keberadaan tanah-tanah umat sehingga tidak berpolemik di masyarakat,” harapnya.

Banyaknya mes sekolah yang kosong akibat dampak dari kebijakan terkait dengan tenaga pendidik pada sekolah seperti guru SD dan SMP dimana dalam menjalankan tugasnya mereka disesuaikan dengan wilayah terdekat pada sekolah itu.

Menanggapi penyampaian bupati itu, Sumadra yang didampingi para pejabat di BPN menegaskan, berbagai masukan dan informasi yang didapat, pihaknya akan segera menindaklanjuti.

“Semua masukan dan informasi itu telah kami catat dan setelah pertemuan ini kami akan segera tindaklanjuti terutama keberadaan mess sekolah termasuk tanah-tanah umat itu dengan tim teknis di lapangan sehingga bisa terselesaikan,” ucapnya.

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan

- Advertisement -

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Pick Up Oleng Seruduk Mobil Avanza Parkir

BANGLI, balipuspanews.com – Akibat mengantuk dan hilang konsentrasi, mobil Pick Up bernopol DK 9670 KZ, yang dikendarai Kocong, 42, Pria asal Desa Songan B,...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of