Bupati Made Gianyar usai penandatanganan ikrar bersama para tokoh agama dalam menjaga kamtibmas di wilayah Kabupaten Bangli
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com – Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Bupati Bangli I Made Gianyar SH M Hum MKn, mengajak seluruh masyarakat Bangli, tanpa melihat suku, ras dan agama (Sara) untuk bersama-sama menjaga agar Bangli selalu dalam suasana aman dan kondusif.

Hal ini disampaikan Bupati Made Gianyar saat penandatanganan ikrar bersama para tokoh agama dalam menjaga kamtibmas di wilayah Kabupaten Bangli, Senin (26/2).

Acara yang dipusatkan diwantilan Desa Wisata Penglipuran, Kubu, Bangli, juga dihadiri oleh Kapolres Bangli AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom SIK MAP, Kodim 1626 Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto, MSc, Ketua Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bangli Drs Nyoman Sukra serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Lebih lanjut Bupati Made Gianyar menyampaikan, selama ini kerukunan umat beragama di Kabupaten Bangli sudah berjalan dengan baik. Tepo salero, tatwam asi, sudah dirasakan sudah baik.

Untuk itu, melalui kegiatan ini Bupati Made Gianyar mengajak masyarakat bisa deteksi dini paham redikalisme dan mencegah hal-hal yang bisa memecah belah kerukunan umat. “Intinya kegiatan ini untuk mempertahankan dan meningkatkan kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena apabila sudah aman, sudah nyaman mau ngapain saja pasti bisa. Mau kesekolah enak, mau kerumah sakit enak, mau bertani enak. Intinya kalau sudah aman dan nyaman semua pasti bisa dicapai,” katanya.

Sementara itu Kapolres Bangli AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom pada kesempatan itu mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat yang ada di Bangli, untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang bisa memecah belah kerukunan umat beragama.

Apalagi belakangan banyak terjadi tindakan-tindakan provokatif di sejumlah daerah seperti pengrusakan arca di salah satu pura. Padahal arca tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kemudian penyerangan di salah satu gereja yang sampai melukai tokoh agama dan intimidasi yang dilakukan oleh seseorang kepada ulama disalah satu pesantren. “Ini yang harus menjadi atensi kita bersama, agar tidak sampai terjadi di Bangli,” katanya.

Sementara itu Ketua FKUB Bangli yang juga ketua PHDI Bangli Nyoman Sukra pada kesempatan itu menjelaskan, terkait dengan kegiatan hari suci Nyepi yang kebetulan bersamaan dengan hari suci Saraswati sudah diputuskan oleh sulinggih. Bahwa perayaan Nyepi berjalan seperti biasa. Sedangkan Saraswati dilaksanakan sebelum jam enam pagi. “Jadi tanggal 17 Maret jam enam pagi sudah dimulai catur brata penyepian. Sedangkan Saraswati berlangsung sebelum jam enam pagi. Untuk surat edaran segera menyusul,” katanya.

Dijelaskan juga, untuk dispensasi bagi yang punya bayi, yang punya keluarga sakit atau mau melahirkan saat Nyepi, itu sudah diatur. Dispensasinya sudah ada di kelihan banjar dan akan diatur oleh pecalang. “Jadi kegiatan Nyepi tidak akan terganggu. Mudah-mudahan juga tidak ada yang menggangu,” katanya.

Terkait dengan pelaksanaan pilkada, ia menegaskan, bahawa FKUB sudah bersepakat bahwa tempat suci hanya untuk kegiatan keagamaan. Tidak boleh ada kegiatan kampanye. Sedangkan untuk malam pengrupukan, karena ada simbul ogoh-ogoh, ia juga sudah mengimbau agar ogoh-ogoh tidak ditunggangi atau dipakai sarana kegiatan politik.

“Kami sudah sampaikan imbauan kepada bendesa, saat pengrupukan tidak boleh mempergunakan atribut partai atau calon. Etikanya ogoh-ogoh wujudnya adalah bhuta kala tidak boleh wujud calon dan berkaitan dengan pilkada. Tidak boleh ada minum-minuman keras dan tidak boleh mengarak ogoh-ogoh melewati wilayah banjar atau desa. Itu tanggung jawab pecalang dan sekaa teruna,” katanya.

Advertisement

Tinggalkan Komentar...