Bupati Made Gianyar saat pelaksanaan Dharma Shanti Nyepi Tahun Caka 1940 di halaman Kantor Bupati Bangli
sewa motor matic murah dibali

Bangli, balipuspanews.com – Kegiatan Darma Shanti merupakan media umat sedharma untuk dapat berkumpul dan saling mengucap maaf, menjalin kebersamaan, serta membangun hubungan simakrama yang lebih baik.

“Dengan demikian, maka tercipta keharmonisan antara bhuana alit dan bhuana agung demi terciptanya dunia yang damai dan ajeg,” ujar Bupati Bangli I Made Gianyar SH MHum, saat pelaksanaan Dharma Shanti Nyepi Tahun Caka 1940 di halaman Kantor Bupati Bangli, Selasa (20/3).

Acara ini juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Wakil Ketua DPRD Kab Bangli I Komang Carles, Sekda Kab Bangli Ir Ida Bagus Gd Giri Putra MM, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sulinggih, perbekel, bendesa dan perwakilan antarumat beragama yang ada di Kabupaten Bangli. Pada kesempatan tersebut, Bupati Made Gianyar menyerahkan punia kepada seluruh sulinggih.

Bupati Made Gianyar menyampaikan, tujuan pelaksanaan Dharma Shanti adalah untuk mengungkapkan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena telah dianugerahi kedamaian di hati dan di dunia, dengan jalan kebenaran sehingga dapat berkarya dengan baik.
Untuk itu ungkapan rasa ‘angayubagia’ dan terima kasih sangat perlu disampaikan kepada ida sulinggih, dane jero gede, jero mangku, pinandita dan warga masyarakat Bangli bahwa dengan spirit, dukungan dan doanya, pembangunan di Kabupaten Bangli telah berjalan dengan lancar.

Di samping itu, ujar dia, tujuan utama dari pelaksanaan Dharma Shanti Nyepi adalah untuk meningkatkan rasa kekeluargaan, gilik saguluk sesama umat Hindu di Bangli dan dalam menjalin kerukunan antarumat beragama yang ada di Kabupaten Bangli, untuk mewujudkan Bangli yang Gita Shanti.

Bupati Made Gianyar juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bangli, karena pelaksanaan Nyepi caka 1940 dapat berjalan dengan baik tanpa ada gangguan sedikitpun. Bupati mengajak seluruh masyarakat Bangli untuk mencari kebahagiaan dengan jalan dharma.

“Ayo cari kebahagiaan dan isi hari-hari kita dengan nilai-nilai yang positif yang diajarkan oleh agama,” serunya.

Sementara itu, Jero Penyarikan A Widata SAg MAg, selaku panitia penyelenggara, menyampaikan, Dharma Shanti ini dirangkaikan dengan umat Hindu dalam menyambut tahun baru caka 1940 dan Hari Raya Nyepi pada bulan Chaitra (sasih kesanga) setiap tahun sekali. Jero Widata mengatakan, Dharma Shanti dapat dilaksanakan sesuai dengan keperluan situasi dan relevansinya dengan kegiatan upacara keagamaan dan kemasyarakatan.

Dia menyebutkan, Dharma Shanti adalah media untuk saling memaafkan dengan hati dan pikiran yang suci, serta ucapan yang tulus dan iklas. “Dengan tujuan tersebut, masing-masing pihak secara sadar dan dengan segala keterbukaan serta kejernihan hati, menghapuskan kekhilafan dan kealfaan di antara sesama,” ucapnya. (bp)

Tinggalkan Komentar...