14/08/2020, 10:43 AM
Beranda Nasional Jawa Barat Bupati Cirebon Dilantik 15 Menit, Pendukungnya Berharap jadi Pembelajaran

Bupati Cirebon Dilantik 15 Menit, Pendukungnya Berharap jadi Pembelajaran

CIREBON,  balipuspanews.com. Mungkin ini terjadi untuk ke dua kalinya sepanjang sejarah seorang bupati terpilih, setalah dilantik hanya beberapa menit kemudian diberhentikan untuk sementara. Ini terjadi hanya di Jawa Barat baru – baru ini, peristiwa unik dan mengundang rasa keprihatinan.

Berbagai tanggapan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon, terkait pelantikan Bupati Cirebon terpilih pada Pilkada serentak tahun 2018 yakni Sunjaya Purwadisastra.

Tanggapan miris dan merasa prihatin, manakala seorang bupati terpilih dilantik dan hanya beberapa menit kemudian diberhentikan dari jabatan sebagai bupati. Dan ini baru terjadi sepanjang sejarah di Indonesia, untuk bupati Cirebon Jawa Barat.

Sejumlah elemen masyarakat Ciwaringin, Arjawinangun dan Sumber Kabupaten Cirebon. Pelantikan Bupati Sunjaya untuk masa jabatan 2019 – 2024 sangat dramatis yang diselenggarakan di Gedung Sate Bandung pada Jum’at (17/5/2019) oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Akan tetapi pemberhentian tersebut, dipandang demi proses hukum yang berlaku.

H. Ubaedillah salah satu pendukung ketika pencalonan Bupati Sunjaya Minggu (19/5/2019) di rumahnya Arjawinangun Kabupaten Cirebon kepada Balipuspanews.com mengatakan. Proses hukum yang masih ditangani oleh Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) atas Sunjaya bisa diambil hikmahnya untuk para pejabat yang lain. Hukum tidak memandang siapapun, agar para pejabat tidak se – enaknya memanfa’atkan jabatannya.

“Sunjaya tertangkap tangan (OTT) oleh KPK pada Rabu 24 Oktober 2018 sekitar pukul 16.30 Wib. Ditangkap di Pendopo Cirebon. Pada malam itu juga langsung digelandang ke Jakarta, saya melihat berita sekarang dalam proses persidangan” ungkap Ubaedillah.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) pada Jum’at (17/5/2019) melantik Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra di Gedung Sate Bandung. Namun karena statusnya menyandang sebagai terdakwa, berselang kurang lebih 15 menit langsung diberhentikan untuk sementara dari jabatannya.

Setelah memberhentikan Sunjaya sebagai bupati, Ridwan Kamil langsung menunjuk Imron untuk melaksnakan tugas Bupati Cirebon. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI, dan langsung dibacakan pada kesempatan tersebut.

Pelantikan terhadap Sunjaya meskipun telah ditetapkan sebagai terdakwa, tetap dilaksanakan prihal pelantikan sebagai bukti sah dalam pemerintahan. Hal itu diatur dalam undang – undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Termaktub pada Pasal 164 ayat (7) Undang – Undang tersebut menyatakan bahwa.

“dalam hal calon Bupati/Wali Kota danatau wakil Bupati/Wakil Walikota terpilih ditetapkan menjadi terdakwa pada sa’at pelantikan. Yang bersangkutan tetap dilantik menjadi Bupati/Walikota dan/atau Wakil Bipati/Wakil Walikota, kemudian sa’at itu juga diberhentikan sementara sebagai Bupati/Walikota dan/atau Wakil Bupati/Wakil Walikota”.

Menyinggung soal pelantikan Sunjaya dilaksnakan di Gedung Sate karena itu hal yang tidak biasa dilakukan. Seperti biasanya seorang pejabat kepala daerah yang menjadi tersangka atau terdakwa pelantikannya dilakukan dirumah tahanan. Namun, Sunjaya justru dilantik di Gedung Sate Bandung, yang diputuskan oleh Gubernur Ridwan Kamil.

Terkait persoalan tersebut Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasam Srkretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Dani Ramdan kepada awak media mengatakan. Dengan dilantiknya Sunjaya di Gedung Sate ada satu alasan karena letak Gedung Sate tidak jauh dari Rutan Kebon Waru dimana Sunjaya ditahan. “sebelumnya kami sudah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Majlis Hakim Pengadilan Tipikor dan JPU” jelanya.

Keterlambatan pelantikan Sunjaya sebagai Bupati Cirebon berdasarkan permintaan Kementrian Dalam Negeri sehubungan dengan adanya pelaksanaan Pemilihan Umum 2019. Oleh sebab itu mengingat dan menimbang untuk menjaga situasi yang kondusif. Kemudian Kemendegari menunjuk Imron Rosyadi sebagai pelaksana tugas Bupati Cirebon. Seharusnya Sunjaya dilantik pada tanggal 19 April 2019.

Sunjaya
Sunjaya

Sementara itu menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) dalam samdalam sambutannya menitik beratkan pada masyarakat Kabuparen Cirebon agar mendukung tugas Imron Rosyadi sebagai plt yang kalau inkrah menjadi Bupati difinitif. Harapan Ridwan Kamil, Kabupaten Cirebon menjadi Kawasan Ekonomi Khusus terbesar di Indonesia.

Peran serta masyarakat Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan Kabupaten Cirebon menjadi KEK sangat diperlukan. Kabupaten Cirebon berpotensi pada bidang ekonomi dan industri.

 

“Semoga saja pak Imron dapat memajukan Kabupaten Cirebon menjadi lebih baik, jangan tergoda dengan bisikan – bisikan, kekuasaan hanya alat bukan tujuan akhir” pungkas Kang Emil. (M. Yadi/Bpn)

Menghilang dari Rumah, Korban Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

GIANYAR, balipuspanews.com - Sempat hilang dari rumah, Ni Ketut Dani,49, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Subak Sudimara, Lingkungan Sema, Kelurahan Bitera,...

Status Tersangka, Ribuan Orang Tanda-tangan Petisi Bebaskan Jerinx SID yang Ditahan di Polda Bali

DENPASAR, balipuspanews.com - Penahanan pengebuk drum Superman Is Dead Gede Ari Astina alias Jetinx SID di Polda Bali menggoncangkan dunia maya. Ribuan orang menandatangi...