Sabtu, Oktober 24, 2020
Beranda Editor's Picks Bupati Eka Wiryastuti Apresiasi Kekompakan Masyarakat Desa Adat Sekartaji

Bupati Eka Wiryastuti Apresiasi Kekompakan Masyarakat Desa Adat Sekartaji

Tabanan, balipuspanews.com – Atas rasa persaudaraan dan rasa gotong-royong yang kuat dengan didasari rasa memiliki, yang ditunjukkan olen masyarakat Desa Adat Sekartaji, Sesandan, Tabanan mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.

Hal itu ditunjukkannya saat menghadiri prosesi serangkaian Upacara Pemlaspasan Wantilan lan Pura Puser Bumi dan Carangsari Amertha, Desa Adat Sekartaji, Minggu (6/8) di wantilan Desa Adat Sekartaji, Sesandan, Tabanan.

Turut hadir mendampingi saat itu Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut “Boping” Suryadi, dan beberapa anggota DPRD Tabanan. Nampak pula Sekretaris Dewan Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Camat, Perbekel dan Tokoh Adat Setempat. Pemlaspasan Wantilan lan Pura Puser Bumi dan Carangsari Amertha tersebut puncaknya sebenarnya pada hari Senin, (7/8) ini.

Namun untuk memeriahkan dan menunjukkan bahwa masyarakat Sekartaji sangat mendukung Pemerintahan diadakan pertemuan untuk bisa saling bertatap muka dengan Pemimpin dari Tabanan, sekaligus tetap menjaga hubungan dengan Pemerintah.

Bangunan Pura dan Wantilan yang sangat megah mendapat apresiasi dan pujian bukan saja dari Bupati Eka, namun juga dari undangan yang hadir disana.

Dikatakan betapa metaksunya bangunan ini oleh orang nomor satu di Tabanan itu.

“Bangunan ini luar biasa, Saya tahu betapa metaksu dan ini didasari dengan rasa memiliki, rasa gotong royong, dan rasa persaudaraan yang sangat kuat. Walaupun Kepala Keluargannya tidak begitu banyak tapi kekuatan aura positif yang dikeluarkan mengalahkan mereka yang besar, artinya suatu kebanggan bagi kita di Tabanan,” Pungkas Srikandi asal Tegeh Angseri tersebut.

Bupati yang akrab dispa Eka ini menambahkan, di hari yang sangat baik dan ditunggu tunggu ini. Dirinya mengucapkan terimakasih atas sambutannya. “Saya juga berharap mudah-mudahan kerjasama dan rasa persaudaraan niki terus disambung nggih?. Jangan sekarang saja tapi selamanya”, harap Eka.

“Karena dengan kita kuat. Dengan kita solid. Pasti kita menang. Tapi dengan kita hancur, terpecah-pecah, terkotak-kotak apapun tidak akan pernah terjadi, apapun tidak pernah lahir. Itu kunci dari suatu kemenangan adalah persatuan, rasa soliditas. Kalau kita sama rasa, sama jiwa, sama tujuan tiang yakin Sekartaji ini akan selalu seperti sekarang. Luar biasa selalu metaksu kedepannya”, sambung Bupati Eka.

Sebelumnya, Ketua Panitia Karya I Ketut Yasa Darmika mengatakan bahwa pembangunan ini sudah direncanakan dari jauh-jauh hari sebelumnya. Dikarenakan keadaan Pura dan Bale Banjar yang telah rusak. Maka dengan semangat itulah, meskipun diakuinya masyarakat Sekartaji hanya terdiri dari 115 KK namun mempunyai angan yang sangat besar untuk membangun, jelasnya.

Dikatakannya bahwa dana yang dihabiskan sampai sekarang ini telah mencapai Rp. 1,7 Miliar. Dana tersebut bersumber dari Iuran dari masyarakat yang terdiri dari 115 KK tersebut, dari Pemerintah Daerah Kab. Tabanan dan Pemprov Bali, serta Penggalian Dana dan sukarelawan. “Kami masih kekurangan dana sekiranya Rp. 600 juta untuk finishing dari bangunan dan Upacara Pemlaspasan, sudikahkiranya Pemerintah bisa membantu kekurangan tersebut”, tutupnya sembari mengucapkan terima kasih kepada Bupati Eka beserta undangan. Pada kesempatan tersebut Bupati Eka juga mendapat kehormatan untuk menandatangani prasasti peresmian Pura Puser Bumi dan Carangsari Amertha.

Serta sehabis acara menyempatkan diri beramah tamah dengan masyarakat setempat.

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of