Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Karangasem Bupati Geram, Pembangunan Proyek Pasar Amlapura Barat Senilai Rp 14,05 Miliar Lambat...

Bupati Geram, Pembangunan Proyek Pasar Amlapura Barat Senilai Rp 14,05 Miliar Lambat Dikerjakan

- Advertisement -

KARANGASEM, balipuspanews.com – Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Kapolres Karangasem AKBP. Ni Nyoman Suwartini meninjau proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat, Kamis (12/12/2019).

Kedatangan orang nomor satu dibumi lahar itu untuk melihat sudah sejauh mana progres pembangunan proyek dengan anggaran Dana APBD Kabupaten Karangasem (Dana Insentif Daerah) senilai Rp. 14,05 Milyar tersebut.

Setelah sempat berkeliling dan meninjau proyek yang digarap oleh PT Adi Murti itu, bupati Mas Sumatri tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pengerjaan proyek sangat lambat. Mas Sumatri semakin dibuat kecewa dengan penjelasan rekanan yang dianggap berbelit – belit atas penyebab keterlamabatan tersebut.

Mas Sumatri berpendapat, ketika tander sudah dimenangkan oleh rekanan bersangkutan itu artinya rekanan sudah sanggup untuk menyelesaikan sesuai dengan batas waktu atau jadwal yang telah ditentukan sehingga tidak ada alasan lagi bagi rekanan untuk berdalih atas keterlambatan pengerjaan proyek tersebut.

“Ini harus selesai sesuai jadwal, jika tidak selesai, ya tentu kami akan memberikan sanksi tegas bagi rekanan yang melaksanakan proyek ini,” kata Bupati Mas Sumatri.

Dengan nilai tender yang tidak sedikit, Bupati Mas Sumatri meminta konsultan pengawas agar benar – benar melakukan pengawasan proyek tersebut, bahkan ia juga meminta agar awak media ikut serta mengawasi kualitas proyek agar sesuai dengan rancangan.

Sementara itu, terkait dengan progres pembangunan proyek tersebut, pihak PT. Adi Murti menyebut keterlambatan pengerjaan proyek diperkirakan mencapai 20 persen.

” Keterlambatan ini dikarenakan relokasi pedagang yang berlangsung sekitar 2 mingguan, sehingga menyita waktu untuk dimulainya pengerjaan proyek,” ungkap Restu Adi dari Pihak PT. Adi Murti.

Selain lambatnya relokasi pedagang, adanya penambahan volume galian dari diperkiraan awal hanya 300 meter kubik menjadi 1500 meter kubik juga menjadi salah satu faktor keterlambatan progres proyek tersebut.

Meski demikian,  dengan sisa waktu yang ada pihaknya mengaku akan tetap berupaya untuk menyelesaikan proyek tersebut, jika tidak terkejar pihaknya juga akan mengajukan penambahan waktu pengerjaan kepada Pemkab Karangasem. ( igs/tim/bpn)

- Advertisement -

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Pick Up Oleng Seruduk Mobil Avanza Parkir

BANGLI, balipuspanews.com – Akibat mengantuk dan hilang konsentrasi, mobil Pick Up bernopol DK 9670 KZ, yang dikendarai Kocong, 42, Pria asal Desa Songan B,...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of