Bupati Made Gianyar diacara penerimaan tim ICS di Kintamani Bangli. Foto Humas Bangli For Balipuspanews.com

BANGLI,balipuspanews.com- Bupati Bangli Made Gianyar menerima International Community Service ( ICM) di Batur Organic Park yang berlokasi dibanjar Yeh Mampeh, Batur Selatan, Kintamani, Bangli. Ikut mendampingi orang nomor satu di Bangli itu pakar sistem pertanian organic Unud Dr Ir Luh Kartini, Kabag Protokol Kerjasama dan Komunikasi Publik Sekda Bangli Cok Bagus Gde Gaya Dirga serta pemilik lahan Batur Organik Park I Wayan Badan.

Bupati Made Gianyar menyampaikan apresiasinya kepada ICS komunitas yang bergerak pada pengabdian atau pelayanan masyarakat internasional atas kunjungannya terkait dengan pengabdian internasional pengelolaan dan pelestarian danau Batur.

sewa motor matic murah dibali

“ Hanya  mengikuti masyarakat atau orang baik, yang selalu ingin berusaha dan bekerja keras  untuk mencapai kesuksesan dan kesejahteraan, seperti apa yang dilakukan Bapak I Wayan Badan petani asal banjar Yeh Mampeh, yang telah terbukti dengan ketekunan, keuletan dan slalu mau belajar, lahan kering yang kritis dan tidak produktif di garap dengan kesabaran kini menjadi lahan hijau yang sangat produktif,” puji Made Gianyar.

Bupati kader PDIP itu berharap, program study seperti inilah sedianya dapat membantu permasalahan yang dihadapi oleh para petani lahan kritis untuk slalu menyayangi, mencintai dan menanfaatkan lingkungan dengan baik yang akan berhimbas pada kesejahteraan.

Dalam kesempatan itu bupati asal Bunutin,Kintamani itu menceritakan, ketika ada waktu senggang, sebagai pemimpin dan pelayan masyarakat dirinya sering turun untuk menimba ilmu pada petani – petani sukses.

“ Karena orang paling gampang meniru dari pada memulai, kalau memulai butuh waktu 21 tahun. Sedangkan meniru  tak perlu 5 tahun artinya nyontek positiflah,” kelakarnya.

Bupati berharap, program ini bisa menjadi branding sebagai salah satu bentuk pengentasan kemiskinan masyarakat petani yang diakibatkan oleh lahan tidak produktif.

Pakar Sistem Pertanian Organik Unud Dr. Ir. Luh Kartini selaku pemrakarsa dan sekalikus pembimbing kelompok tani amerta lestari menyebutkan, dengan sistem pertanian terpadu sabicaitala, dalam kurun waktu 21 tahun lahan kering bisa kembali ke sistem pertanian organic yang ramah lingkungan.

“ Dan sekarang telah terbukti dengan system terintegrasi lahan seluas 1,5 hektar yang dulunya tidak mengahasilkan apa – apa kini sudah sudah bisa menghasilkan hampir 150 juta pertahun,” katanya.

Ia berharap  masyarakat lebih banyak lagi peduli dan mau mengimplementasikan dengan progam ini supaya lahan yang tidak produktif menjadi produktif, agar alam bisa terjaga sehingga kesejahteraan bisa meningkat.

Sementara itu pemilik Batur Organik Park I Wayan Badan mengatakan, Batur Organik Park merupakan wisata edukasi tentang organic.

“ Kenapa dibikin seperti ini?, Karena semakin kita meyayangi alam, alam pun akan senantiasa menyayani, menjaga dan memberikan hasil yang lebih untuk kehidupan kita,” kata Badan.

Dirinya mengakui memang  banyak keuntungan dengan program sabicaitala ini, Apalagi memakai cacing, disatu sisi cacing sebagai pengolah pupuk kompos  dan juga sebagai bahan obat. Untuk produksi pupuk ia produksi dari tahun 2004 dan Jus cacing dari tahun 2006, namun ada  kendala yang dihadapi dari segi promosi, karna promosi masih dari mulut ke mulut” katanya.

Lanjut diceritakan, keberhasilannya, banyak penyakit yang disembuhkan dari program sabicaitala jus cacingnya ini , mulai dari penyakit Tipes, DB, Asma, dan yang sering ia terapi strok dan kencing manis. ( rls/bas)

 

Tinggalkan Komentar...