Bupati Made Gianyar nampak memangku siswa TK saat menerima tim penilai Lomba sekolah sehat
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

BANGLI, balipuspanews.com- Bupati Bangli I Made Gianyar didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bangli I Nyoman Suteja,  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. I Nengah Nadi, Camat Bangli Drs. Wayan Wardana dan sejumlah OPD terkait, Kamis (4/10/2018) menerima tim penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Bali yang melaksanakan penilaian di TK Negeri Pembina Bangli.

Bupati Bangli Made Gianyar pada kesempatan itu mengatakan, usaha kesehatan sekolah merupakan salah satu program untuk mewujudkan sekolah yang bersih, indah dan sehat dalam upaya mewujudkan kehidupan anak didik yang cerdas, berahklak mulia dan berprilaku hidup bersih, sehat dan mandiri.

Menurutnya, kegiatan pembinaan dan pengembangan  program sekolah sehat, merupakan program prioritas pendidikan dan kesehatan pemerintah Kabupaten Bangli yang disinergikan dengan masyarakat Bangli.

Ia menambahkan, pendidikan dan kesehatan merupakan pondasi utama pembangunan bangsa. Karena jelas dia, dengan sehat kita bisa melakukan banyak hal.

“ Kalau sehat kita pasti bisa belajar dengan baik. Dengan sehat kita pasti bisa bekerja dengan maksimal,”serunya.

Pada kesempatan itu Bupati Made Gianyar juga menyerukan agar  program sekolah sehat ini bisa digarap dengan serius. Menurutnya, program sekolah sehat merupakan pondasi karakter masa depan anak bangsa.

“ Saya minta kepala sekolah, para guru bisa menjalankan program ini (sekolah sehat) secara berkelanjutan. Terus lakukan, lakukan terus. Ajarkan, contohkan, biasakan,”sarannya.

Sementara itu Ketua tim penilai drg. I Nyoman Wiradharma menyebutkan, penilaian sekolah sehat merupakan wahana edukasi yang memiliki nilai strategis dan efektif dalam penyampaian dan penyebaran informasi kesehatan di masyarakat melalui pemberdayaan peserta didik disekolah.

Jelas dia, generasi berkualitas pasti tumbuh dari sekolah. Oleh karenanya, anak didik merupakan bagian terpenting dari komponen sekolah yang memiliki nilai strategis untuk pelaksanaan program kesehatan, karena mereka mudah dijangkau, terorganisir, memiliki sifat keingintahuan yang tinggi dan cenderung untuk mencoba hal baru membuat mereka mudah untuk dimotivasi dan cepat menerima serta mengadopsi pesan kesehatan.

Sambung dia, pelaksanaan penilaian sekolah sehat merupakan momentum untuk mewujudkan pendidikan kesehatan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, penanaman kebiasaan hidup sehat dan pelaksanaan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promotif dan preventif.

“ Melalui pelaksanaan kegiatan lomba sekolah sehat, kita ingin banyak muncul terobosan yang kreatif dan inovatif, dalam menggali serta memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal disekolah, sebagai bagian dari pembinaan, pengembangan dan evaluasi pelaksanaan program usaha kesehatan sekolah,” tutupnya. ( rls/bas)

Tinggalkan Komentar...