Bupati Mas Sumatri Pantau Tempat Penampungan Sapi di Samuh

Bupati Mas Sumatri saat tinjau penampungan ternak Sapi
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Bupati Karangasem tinjau lokasi penampungan ternak milik pengungsi asal Kecamatan Bebandem di Banjar Dinas Samuh, Desa Bugbug, Karangasem, Senin (16/10).

Ditempat penampungan seluas 1 hektar milik salah seorang warga desa setempat, terdapat sekitar 30 ekor Sapi yang diungsikan warga.

Kedatangan rombongan Bupati disambut Jenderal Manager  PT. Charoen PokPham Indonesia Peduli Siaga Gunung Agung Didik Wahyudianto, beserta jajaran, Camat Karangasem, Perbekel dan Perangkat Desa Bugbug, para Relawan Fakultas Peternakam Udayana serta masyarakat pengungsi pemilik sapi.

JM. PT. Charoen Didik Wahyudianto menyampaikan kegiatan penampungan sapi milik para pengungsi ini bekerjasama antara Kementrian Pertanian QQ Dirjen Peternakan dan Kesehatan hewan bersama PT Charoen PokPham Indonesia Peduli Siaga Gunung Agung untuk meringankan beban para pengungsi dengan membantu mencarikan tempat penampungan ternak mereka juga memelihara dengan memberikan bantuan pakan

“Kami siap membantu warga pengungsi yang akan menitipkan ternaknya dipenampungan. Terkait pakan ternak, pada tanggal 27 September 2017 lalu, PT Charoen yang beralamat di Jln Gatsu Timur Denpasar memberikan bantuan pakan konsentrat sebanyak 50 ton, dan hari ini Senin, (16/10) memberikan bantuan pakan hijau sebanyak 33 ton yang diberikan pada semua pos penampungan sapi yang ada paska tanggap darurat bencana,”ujarnya.

Dalam kesempatannya, Bupati Mas Sumatri menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yabg diberikan PT Charoen yang bekerjasama dengan Kementrian RI,”Saya atas nama pribadi, dan Pemerintah serta seluruh masyarakat Kab. Karangasem mengucapkan terima kasih kepada Bapak Manager serta PT Charoen yang telah peduli akan bencana yang masyarakat Karangasem alami.,”ucapnya.

Mas Sumatri pun memaparkan masyarakat Karangasem yang berjumlah 138 ribu jiwa turun menjadi pengungsi di 9 Kab / Kota di 412 titik. Akan tetapi persoalan Pemerintah saat ini terkait keberlangsungan logistik, pelayanan, kesehatan dan juga pendistribusikan logistik bagi mereka para pengungsi Namun sampai saat ini Pemerintah mampu menanggulangi akan hal itu dengan baik.
Disamping itu, ada kekawatiran dari masyarakat pengungsi KRB I, II dan III disamping penghasilan mereka nol, juga terkait ternak – ternak mereka yang nantinya siapa yang akan memelihara dan memberi makan karena akan ditinggal mengungsi sedangkan kalau dijual harganya akan jatuh dibawah standar.

“Terkait akan semua itu, Pemkab.Karangasem tetap berkoordinasi dengan Pemprov.Bali, karena dalam situasi ini  merupakan permasalahan kita bersama, kami harapkan juga partisifasi seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mencarikan jalan keluarnya,”ujarnya

Kami bersyukur  terkait permasalahan sapi pengungsi sudah ada tempat penampungan. Terima kasih Saya ucapkan pada masyarakat serta Bapak Kondra dan PT Charoen yang telah membantu pemerintah mencarikan solusi atas permasalahan sapi-sapi pengungsi.

“Saya selaku Bupati Karangasem menghimbau pada seluruh masyarakat Karangasem yang berada di KRB III, II dan I agar mengindahkan himbauan pemerintah untuk tetap tenang dan tinggal dulu dipengungsian. Khusus bagi pengungsi pemilik ternak, Saya harap ternaknya dibawa dan ditempatkan di pos penampungan sapi yang ditetapkan pemerintah agar masyarakat pengungsi  tenang dipengungsian,” ujarnya

Tinggalkan Komentar...