Bupati Suwirta menyerahkan sertifikat kepada warga Klungkung Daratan di Balai Budaya Ide Dewa Agung Kanya
sewa motor matic murah dibali

Semarapura,balipuspanews.com- Ada kebijakan menarik yang digagas bupati Klungkung Nyoman Suwirta untuk menekan alih fungsi lahan diwilayahnya. Salah satu kebijakan yang akan diterapkan bupati Suwirta adalah membebaskan pajak bagi tanah warga yang masuk jalur hijau. Hal itu disampaikan bupati asal Nusa Ceningan itu saat penyerahan sertifikat tanah kepada warga Klungkung Daratan di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Selasa ( 18/12/2018). Ikut mendampingi bupati kepala kantor BPN Bali Rudi Rubijaya.

Penyerahakan sertifikat tanah kepada warga  merupakan program pemerintah pusat yakni Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun anggaran 2018.

Untuk periode ini diserahkan sebanyak 889 bidang, yang merupakan sebagian dari target keseluruhan kepada masyarakat Klungkung.

Bupati Suwirta menyampaikan apresiasi kepada Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Klungkung atas kinerjanya sehingga ratusan sertifikat ini bisa secepatnya diserahkan kepada masyarakatnya. Namun Bupati Suwirta juga berharap pemetaan dan penyertifikatan lahan Eks galian C Gunaksa bisa secepatnya dilakukan sehingga penataan diarea tersebut juga bisa segera dilakukan. Bupati Suwirta berharap seluruh proses penyertifikatan lahan di Klungkung dapat diselesaikan pada tahun 2019.

Saat ini Pemda Klungkung tengah menggodok Peraturan Daerah (Perda) tentang pembebasan pajak PBB kepada pemilik lahan di jalur hijau. Hal ini dilakukan untuk menekan alih fungsi lahan yang terus terjadi ditengah upaya Pemda dalam menjaga ketahanan pangan. Selain itu Pemda juga berkomitmen menolrupiahkan/menggratiskan pajak penghasilan atas perolehan atau penjualan tanah dan atau bangunan (PPHTB).

” Selain membebaskan pajak bagi pemilik lahan di jalur hijau, Pemda Klungkung juga tengah merancang Perda menolrupiahkan/mengratiskan PPHTB, ini bukan untuk kepentingan politik, melainkan sebagian masyarakat yang mendapatkan warisan tanah merupakan warga kurang mampu,” ujar Bupati Suwirta disambut tepuk tangan ratusan warga yang hadir.

Selanjutnya Bupati Suwirta mengingatkan para penerima sertifikat untuk berhati hati dalam menyimpan maupun menggunakan sertipikat sebagai agunan. Menurutnya, Pemda melalui Dinas Sosial dan tenaga kerja akan siap memberikan pendidikan kewirausahaan dan keterampilan jika ingin mencoba sebuah usaha.

Sementara itu Kepala BPN Klungkung Cok Gede Agung Astawa Putra dalam laporannya mengatakan, tujuan PTSL ini untuk memberikan jaminan kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah bagi masyarakat, dengan adanya kepastian hukum diharapkan dapat mengurangi sengketa hak atas tanah.

” Setelah menerima sertifikat ini agar membuat salinannya, menyimpan baik-baik agar di kemudian hari bila ada keperluan dapat segera digunakan. Apabila terjadi kerusakan atau kehilangan, sudah memiliki salinannya guna memudahkan pengurusan,” harapnya.

Kepala BPN Klungkung  mengatakan, kegiatan sertipikasi PTSL khususnya di Kabupaten klungkung setiap tahun mengalami kenaikan target yang sangat signifikan. pada tahun 2019 target pemetaan untuk wilayah klungkung daratan dan nusa penida ditetapkan masing masing 5000 bidang, sehingga tolat tahun 2019 dilakukan pemetaan pada 10.000 bidang. Menurutnya ini merupakan bukti bahwa Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional sudah melakukan perbaikan dibidang pelayanan kepada masyarakat. (Roni)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here