Minggu, Juli 21, 2024
BerandaKlungkungBupati Suwirta Datangi Tempat Esek- esek di Bekas Galian C Gunaksa, Klungkung

Bupati Suwirta Datangi Tempat Esek- esek di Bekas Galian C Gunaksa, Klungkung

SEMARAPURA,balipuspanews.com- Bupati Klungkung Nyoman Suwirta “ turun gunung ” untuk menyidak sejumlah gubuk di eks galian C  desa Gunaksa yang diduga jadi tempat esek – esek oleh PSK di Bumi Serombotan Minggu ( 6/1/2019). Kedatangan orang nomor satu di Klungkung itu  ditemani Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana dan Kasatpol PP Putu Suarta.

Salah seorang pemilik gubuk yang sekaligus pengusaha esek esek  Ketut Sulandra mengatakan, tiga orang PSK yang diasuhnya telah pergi sejak beberapa hari lalu karena mendengar ada isu penertiban tempat prostitusi. Suladra mengaku siap jika diminta menutup usahanya. Dia berjanji akan memulangkan ketiga wanita PSK yang diasuhnya namun dengan syarat Pemerintah Daerah membantunya dalam memberikan lapangan pekerjaan.

“Saya siap jika diperintahkan menutup usaha saya ini. Tapi, pemerintah harus adil menutup semua usaha sejenis yg ada di Klungkung dan memberikan saya sebuah lapangan pekerjaan untuk menyambung hidup,”ujar Suladra yang merupakan warga Gunaksa.

Selain gubuk milik Sulandra, lokasi kedua yang didatangi bupati dan rombongan adalah  gubuk  milik Gung Bengkis di Raya Gunaksa. Ditempat ini, didapati tiga orang wanita yang awalnya mengaku hanya berkerja menjual miras dan menemani tamu untuk minum minuman keras. Namun, ketika diintrogasi secara terpisah akhirnya mereka saling tuding sebagai PSK dan akhirnya mengaku menerima bokingan.  Mereka diantaranya bernama Jari,43, Dessi,19, dan Windy ,20, ketiganya berasal dari luar daerah Bali.

BACA :  Dinilai Sukses Turunkan Angka Stunting, Kabupaten Dairi Studi Tiru ke Klungkung

Dalam proses introgasi yang dilakukan Bupati Suwirta, ketiga wanita ini tampak meneteskan air mata karena merasa malu dan menyesal telah menjajakan diri. Ketiga wanita ini lantas diultimatum Bupati Suwirta untuk menghentikan kegiatan prostitusi. Dalam waktu seminggu, para wanita PSK tersebut akan dikirim pulang ke daerah asal masing- masing. Jari yang merupakan PSK paling tua mengaku akan berhenti menjajakan diri dan siap dipulangkan ke daerah asalnya.

Lokasi ke tiga yang didatangi  adalah bedeng milik Kerta yang berlokasi  di dusun Dukuh, desa Tangkas. Disana, rombongan tidak menemukan satu PSK pun. Menurut  pemiliknya, PSK yang biasa mangkal disebut pulang kampung sebelum tahun baru.

Kepada para mucikari Bupati Suwirta mengingatkan untuk tidak melanjutkan usahanya menjajakan wanita PSK. Semua usaha sejenis yang berada diwilayah kabupaten Klungkung akan ditutup tanpa pandang bulu. Aparat akan terus memantau lokasi prostitusi ini untuk memastikan kegiatan tersebut benar- benar tidak berjalan kembali. Jika kedapatan masih beroperasi, maka akan ditindak sesuai Perda yang berlaku.

BACA :  Kunjungi TK Negeri Pejukutan, Dewan Temukan Sekolah Tidak Miliki Toilet

“ Saya perintahkan aparat untuk terus memantau tempat ini, jika masih beroperasi akan kami bongkar dan berlakukan sanksi tegas, ” ujar Bupati Suwirta.

Selain menyasar gubuk prostitusi, bupati suwirta bersama rombongan juga memeriksa enam penginapan yang terdapat di wilayah desa Jumpai. Seluruh penginapan ini diduga menyediakan sewa kamar secara short time dan bisa  menyediakan wanita PSK. Ternyata benar, dalam sidak itu, Bupati Suwirta mendapati dua pasangan yang bukan merupakan suami istri berada dalam satu kamar. Bupati Suwirta pun menegur dan mengintrogasi ke empat orang ini dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan di kantor SatpolPP dan Damkar.

Kepada para pemilik penginapan, Bupati Suwirta mewanti wanti untuk lebih selektif dalam menerima tamu menginap. Sidak yang dilakukannya ini selain untuk mengakkan Perda, juga untuk melindungi warganya agar terhindar dari penyakit sosial dan penyakit menular seksual.

Dihari yang sama tim juga melakukan sidak kesejumlah cafe remang-remang di Klungkung. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut himbauannya kepada pemilik/pengelola cafe terkait penutupan cafe remang-remang hingga batas waktu.

BACA :  Satukan Klen, Ngaben Massal Desa Adat Karangsari Gunakan Bade dan Belasan Petulangan

Sidak dimulai Pukul 22.30 Wita melibatkan unsur TNI/Polri dan SatpolPP menyasar sejumlah cafe di Klungkung, diantaranya cafe Sekar Wangi  dan cafe Dewi dibilangan wilayah Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, cafe Nirmala dan cafe Lompang diwilayah Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung dan cafe The Groove diwilayah Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan.

Dari lima lokasi tersebut, empat diantaranya saat dilakukan sidak tengah tutup, sedangkan satu cafe yakni The Groove yang ada dipinggir jalan raya Gunaksa masih kedapatan buka. Saat itupun Bupati langsung meminta pengelola untuk menutup dan menghentikan aktivitas serta meminta pengelola untuk mengurus surat ijin perubahan pemanfaatan. Selain cafe, tim juga menyisir beberapa tempat kost di Klungkung. (Roni)

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular